Ini Kelemahan Perang Berbasis Serangan yang Diterapkan Israel di Gaza

Senin, 03 Juni 2024 - 14:20 WIB
loading...
Ini Kelemahan Perang...
Strategi perang Israel memiliki banyak kelemahan. Foto/AP
A A A
GAZA - Dua kelompok bersenjata Palestina menembakkan roket ke Israel dari Jalur Gaza pada Minggu (2/6/2024). Itu dilakukan Front Populer untuk Pembebasan Palestina yang menargetkan pasukan Israel yang ditempatkan di persimpangan Karem Abu Salem (Kerem Shalom).

Itu menunjukkan kelompok pejuang Palestina mampu membangun kembali pasukannya karena Israel menerapkan strategi perang berbasis serangan. Hal itu menunjukkan kelemahan model perang berbasis serangan yang dilakukan Israel karena tidak mengutamakan intensitas, tetapi hanya bersifat sporadis saja.

Lembaga riset pertahanan AS, Institute for the Study of War (ISW) dan Critical Threats Project (CTP), juga melaporkan bahwa Israel bermaksud mengerahkan dua divisi untuk serangan darat di kota Rafah di selatan, namun dihalangi oleh AS. "Kekhawatiran atas sanksi senjata dan sekarang menjadi pergerakan Israel lebih hati-hati di Rafah," ungkap ISW dan CTP, dilansir Al Jazeera.

Baca Juga: Jejak Ancaman Mossad kepada ICC dalam Satu Dekade Terakhir

Namun, ISW dan CTP menegaskan kembali dalam laporan medan perang terbaru mereka bahwa Hamas terus menyusun kembali pasukannya di wilayah Palestina setelah penarikan pasukan Israel. "Itu digambarkan sebagai kelemahan krusial dari perang berbasis serangan yang dikembangkan Israel di Gaza," tutur mereka.

Dengan begitu, Israel mengatakan bahwa mereka tidak akan melakukan gencatan senjata permanen sampai Hamas benar-benar tersingkir.

Kemudian, Al Jazeera melaporkan dari Menteri Pertahanan, Yoav Gallant. Dia adalah bagian dari kabinet perang dan berbicara tentang kelompok alternatif untuk memerintah di Gaza – meskipun tidak jelas siapa sebenarnya kelompok tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sadisnya Tentara Israel...
Sadisnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat, IDF Luncurkan Penyelidikan
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
Menlu Iran dan Pemimpin...
Menlu Iran dan Pemimpin Hamas di Gaza Bahas Perkembangan Terkini Palestina
Lebih dari 9.500 Orang...
Lebih dari 9.500 Orang Hilang di Gaza sejak Awal Perang
Dewan Pers Minta Pemerintah...
Dewan Pers Minta Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel
Serangan Drone Iran...
Serangan Drone Iran Hantam Bandara Internasional Kuwait, Penerbangan Ditangguhkan
Gempa M7,8 Filipina...
Gempa M7,8 Filipina Lumpuhkan Bandara General Santos, 17 Penerbangan Dibatalkan!
Rekomendasi
Keanu Angelo Dicecar...
Keanu Angelo Dicecar 28 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penipuan Hanania Travel
Mantap! Telkom Bagikan...
Mantap! Telkom Bagikan Dividen Saham Rp21,9 Triliun dari Hasil Buku 2025
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Berita Terkini
Trump Peringatkan Netanyahu:...
Trump Peringatkan Netanyahu: Israel Bakal Sendirian Melawan Iran Jika Tingkatkan Konflik!
Inggris Makin Tak Berdaya!...
Inggris Makin Tak Berdaya! Seluruh Armada Kapal Selam Serang Tak Bisa Beroperasi
Iran Hentikan Serangan...
Iran Hentikan Serangan Balasan yang Menyakitkan ke Israel
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Dijadikan Ganti Rugi bagi Negara Arab, 3 Alasan Teheran Marah Besar!
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved