Singgung Rusia, Biden Tak Mau Bertanggung Jawab atas Perang Dunia III

Senin, 03 Juni 2024 - 12:41 WIB
loading...
Singgung Rusia, Biden...
Presiden AS Joe Biden (kiri) tak ingin perselisihan dengan Rusia mengenai Ukraina memicu Perang Dunia III. Foto/Facebook via Sydney Morning Herald
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden tidak ingin perselisihan dengan Rusia mengenai Ukraina memicu Perang Dunia III. Demikian disampaikan juru bicara Keamanan Nasional Gedung Putih John Kirby.

Dia menyampaikan pernyataannya beberapa hari setelah Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Biden telah memberikan izin kepada Kyiv untuk menggunakan sistem senjata yang dipasok AS untuk melakukan serangan jauh di dalam wilayah Rusia.

Ukraina telah meminta pelonggaran pembatasan penggunaan senjata asing setelah pasukan Rusia melancarkan serangan baru di wilayah Kharkiv di Ukraina timur bulan lalu dan berhasil merebut beberapa desa di sepanjang perbatasan.

Baca Juga: Pernyataan Putin Ini Isyaratkan Perang Dunia III Rusia vs NATO Semakin Dekat

“Kami sudah mengkhawatirkan eskalasi sejak awal perang ini. Dan kekhawatiran tersebut tetap ada,” kata Kirby kepada ABC News.

“Presiden telah mengatakan bahwa dia tidak ingin bertanggung jawab atas dimulainya Perang Dunia III," lanjut Kirby, yang dilansir Senin (3/6/2024).

"Kami tidak ingin terjadi konflik dengan Rusia, negara nuklir lainnya."

Kirby mengatakan bahwa Biden telah memahami semua konsekuensi dari mengizinkan Kyiv menggunakan senjata Amerika untuk tujuan kontra-tembakan.

Dia menegaskan kembali bahwa Ukraina hanya diizinkan untuk menargetkan pangkalan, posisi artileri, dan situs militer lainnya yang digunakan Rusia untuk menciptakan semacam zona penyangga.

Gedung Putih sebelumnya mengklarifikasi bahwa larangan penggunaan sistem rudal ATACMS atau serangan jarak jauh di Rusia tidak berubah.

Namun Rusia mengatakan bahwa Kyiv telah menggunakan ATACMS dan senjata jarak jauh lainnya untuk mencapai sasaran di Crimea, Donbas, serta wilayah Zaporizhzhia dan Kherson.

Kyiv dan para pendukungnya di Barat terus memandang wilayah-wilayah tersebut—yang bergabung dengan Rusia melalui referendum—sebagai tanah Ukraina.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa tujuan operasi di Wilayah Kharkiv bertujuan untuk menghentikan serangan mortir dan rudal lintas batas Ukraina yang sering terjadi di Belgorod dan kota-kota Rusia lainnya.

Moskow tidak memiliki rencana untuk merebut kota Kharkiv, katanya kepada wartawan selama perjalanannya ke China bulan lalu.

Moskow telah berulang kali memperingatkan bahwa pengiriman senjata berat ke Ukraina dari Barat tidak akan menghalangi pasukan Rusia.

Namun Rusia menekankan bahwa bantuan militer ke Kyiv mengarah pada peningkatan yang berbahaya.

Dalam sebuah wawancara dengan jurnalis AS Tucker Carlson pada bulan Februari, Putin mengatakan tidak terpikirkan oleh siapa pun untuk menyeret dunia ke dalam perang global baru.

“Perang global akan menempatkan seluruh umat manusia di ambang kelangsungan hidup,” katanya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
Pangeran George Resmi...
Pangeran George Resmi Masuk Eton College, Biayanya Rp1,4 Miliar per Tahun!
Rekomendasi
Dikhianati Suami, Shiena...
Dikhianati Suami, Shiena Bangkit Bongkar Perselingkuhan di Microdrama V+Short Replaceable
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Ajukan Jadi JC, Mantan...
Ajukan Jadi JC, Mantan Waka BNN Sony Sonjaya Diperiksa di Kejagung Besok
Berita Terkini
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved