Mahmoud Ahmadinejad Daftar Pemilu Presiden Iran, Zionis Akan Ketakutan?
Minggu, 02 Juni 2024 - 17:01 WIB
loading...
Mahmoud Ahmadinejad akan mendaftar sebagai calon presiden Iran. Foto/AP
A
A
A
TEHERAN - Mantan Presiden garis keras Iran Mahmoud Ahmadinejad pada Minggu mendaftar sebagai kandidat calon presiden. Dia berusaha untuk mendapatkan kembali posisi politik utama negara itu setelah kecelakaan helikopter menewaskan presiden negara itu.
Pendaftaran mantan pemimpin populis tersebut memberikan tekanan pada Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Saat menjabat, Ahmadinejad secara terbuka menantang ulama berusia 85 tahun itu, dan upayanya untuk mencalonkan diri pada tahun 2021 dilarang oleh pihak berwenang.
Kembalinya politisi yang mempertanyakan Holocaust ini terjadi pada saat meningkatnya ketegangan antara Iran dan negara-negara Barat mengenai program nuklir Teheran yang berkembang pesat, mempersenjatai Rusia dalam perangnya melawan Ukraina, dan tindakan kerasnya terhadap perbedaan pendapat.
Sementara itu, dukungan Iran terhadap pasukan proksi milisi di seluruh Timur Tengah semakin terfokus ketika pemberontak Houthi Yaman menyerang kapal-kapal di Laut Merah akibat perang Israel-Hamas di Jalur Gaza.
Ahmadinejad adalah kandidat paling menonjol yang mendaftar sejauh ini. Berbicara setelah pendaftarannya, ia berjanji untuk mengupayakan “keterlibatan konstruktif” dengan dunia dan meningkatkan hubungan ekonomi dengan semua negara.
“Masalah ekonomi, politik, budaya dan keamanan berada di luar situasi yang terjadi pada tahun 2013,” kata Ahmadinejad, mengacu pada tahun ia meninggalkan kursi kepresidenan setelah dua periode jabatan.
Setelah berbicara kepada wartawan di depan 50 mikrofon, Ahmadinejad berkata sambil mengangkat jarinya: “Hidup musim semi, hidup Iran!”
Pendaftaran mantan pemimpin populis tersebut memberikan tekanan pada Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Saat menjabat, Ahmadinejad secara terbuka menantang ulama berusia 85 tahun itu, dan upayanya untuk mencalonkan diri pada tahun 2021 dilarang oleh pihak berwenang.
Kembalinya politisi yang mempertanyakan Holocaust ini terjadi pada saat meningkatnya ketegangan antara Iran dan negara-negara Barat mengenai program nuklir Teheran yang berkembang pesat, mempersenjatai Rusia dalam perangnya melawan Ukraina, dan tindakan kerasnya terhadap perbedaan pendapat.
Sementara itu, dukungan Iran terhadap pasukan proksi milisi di seluruh Timur Tengah semakin terfokus ketika pemberontak Houthi Yaman menyerang kapal-kapal di Laut Merah akibat perang Israel-Hamas di Jalur Gaza.
Ahmadinejad adalah kandidat paling menonjol yang mendaftar sejauh ini. Berbicara setelah pendaftarannya, ia berjanji untuk mengupayakan “keterlibatan konstruktif” dengan dunia dan meningkatkan hubungan ekonomi dengan semua negara.
“Masalah ekonomi, politik, budaya dan keamanan berada di luar situasi yang terjadi pada tahun 2013,” kata Ahmadinejad, mengacu pada tahun ia meninggalkan kursi kepresidenan setelah dua periode jabatan.
Setelah berbicara kepada wartawan di depan 50 mikrofon, Ahmadinejad berkata sambil mengangkat jarinya: “Hidup musim semi, hidup Iran!”
Lihat Juga :