alexametrics

Indonesia Kecam Penembakan Salat Jumat Masjid Selandia Baru

loading...
Indonesia Kecam Penembakan Salat Jumat Masjid Selandia Baru
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Lestari Priansari Marsudi. Foto/SINDOnews/Eko Purwanto
A+ A-
JAKARTA - Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Lestari Priansari Marsudi mengecam keras aksi penembakan di dua masjid Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3/2019). Penembakan berlangsung saat para jamaah sedang menjalankan salat Jumat.

"Ini situasi bergerak terus mengenai motif, siapa yang melakukan (penembakan), tetapi bahwa ada penembakan dalam masjid pada saat ibadah itu adalah sesuatu yang patut kita kecam," kata Menlu Retno."Kita masih menunggu konfirmasi dari pihak Selandia Baru," ujarnya.

Kementerian Luar Negeri Indonesia menyatakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Wellington terus memantau perkembangan situasi dan telah mengirimkan tim ke Christchurch untuk berkoordinasi dengan otoritas keamanan, rumah sakit dan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) setempat.



Kementerian Luar Negeri Indonesia mengatakan bagi keluarga dan kerabat yang membutuhkan informasi lebih lanjut dan bantuan konsuler, dapat menghubungi hotline KBRI Wellington di nomor +64211950980 dan +64 22 3812 065.

Sebelumnya diberitakan SINDOnews.com, sebanyak enam orang dilaporkan tewas dalam penembakan terhadap jamaah salat Jumat di Masjid Linwood Ave, Christchurch, Selandia Baru. Sedangkan penembakan di Masjid Al-Noor di Deans Ave, belum diketahui dampaknya.

Penembakan di Masjid Linwood Ave dilakukan pria bersenjata dengan jaket ala militer. Media lokal melaporkan ada hingga 300 orang di dalam masjid tersebut ketika penembakan berlangsung.

Beberapa bangunan penting, termasuk sekolah di Christchurch, dalam status lockdown. Polisi masih memburu "penembak aktif" yang melarikan diri usai mengumbar tembakan di Masjid Linwood Ave.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak