Donald Trump Dinyatakan Bersalah, Bisa Menjadi Presiden Pertama AS yang Dipenjara

Jum'at, 31 Mei 2024 - 07:59 WIB
loading...
A A A
“Di New York saat ini, kami melihat tidak ada seorang pun yang kebal hukum. Donald Trump selalu keliru percaya bahwa dia tidak akan pernah menghadapi konsekuensi jika melanggar hukum demi keuntungan pribadinya,” tulis Michael Tyler, direktur komunikasi Biden.

“Tetapi putusan hari ini tidak mengubah fakta bahwa rakyat Amerika menghadapi kenyataan sederhana. Hanya ada satu cara untuk mencegah Donald Trump masuk ke Oval Office: di kotak suara. Dihukum kriminal atau tidak, Trump akan menjadi calon presiden dari Partai Republik.”

Dalam kasus Trump, kantor kejaksaan Manhattan menuduh Trump secara salah mencatat penggantian biaya yang dia berikan kepada mantan pengacaranya Michael Cohen, yang membayar bintang film dewasa Stormy Daniels sebesar USD130.000 atas sikap diamnya mengenai perselingkuhannya dengan Trump, sebagai “biaya hukum”.

Jaksa menuduh pemalsuan tersebut dilakukan untuk menyembunyikan pelanggaran Trump terhadap undang-undang pemilu negara bagian New York, yang menjadikan promosi terpilihnya seseorang untuk menjabat melalui cara yang melanggar hukum merupakan suatu kejahatan.

Jaksa berargumentasi, sebagian, bahwa cara-cara yang melanggar hukum tersebut adalah pembayaran sebesar USD130,000 kepada Daniels, yang sebenarnya merupakan sumbangan kampanye ilegal, karena hal tersebut dilakukan semata-mata untuk kepentingan kampanyenya pada tahun 2016 dan melebihi batasan kontribusi individu sebesar USD2.700.

Jaksa memanggil 20 saksi yang, selama empat minggu, memberikan bukti tentang bagaimana Trump bersekongkol dengan maestro tabloid David Pecker dan Cohen untuk mengubur kisah perselingkuhannya dengan Daniels dan model Playboy Karen McDougal.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Trump Ingin Buru-Buru...
Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran, Tak Menunggu 19 Juni
Rekomendasi
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Ibu Hamil dan Balita...
Ibu Hamil dan Balita juga Tidak Terima MBG saat Libur Sekolah
Daya Tarik Menarik Thailand:...
Daya Tarik Menarik Thailand: Eksplorasi Kota Bangkok dan Keindahan Pesisir Pattaya
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved