Buntut Kudeta Militer, Uni Afrika Tangguhkan Keanggotaan Mali
Kamis, 20 Agustus 2020 - 03:11 WIB
loading...
A
A
A
Mali selama beberapa bulan mengalami unjuk rasa menentang korupsi dan memburuknya keamanan di negara itu. Ada juga seruan agar Keita mundur.
Koalisi oposisi M5-RFP menunjukkan dukungan pada aksi para tentara pemberontak. "Ini bukan kudeta militer tapi pemberontakan populer," kata juru bicara oposisi Nouhoum Togo kepada Reuters.
Ratusan demonstran antipemerintah berkumpul di lapangan di Bamako untuk merayakan pengunduran diri Keita dan memuji para tentara yang mengendarai mobil-mobil militer dan menembakkan senjata untuk merayakannya.
Pemberontakan pada 2012 di pangkalan Kati memicu kudeta militer yang menggulingkan Presiden Amadou Toumani Toure saat itu dan membuat Mali Utara jatuh ke tangan para militan.
Pasukan Prancis ikut campur untuk melawan militan, tapi kelompok militan memperluas pengaruh ke negara tetangga; Burkina Faso dan Niger. Kelompok militan itu menyerang para tentara, warga sipil dan turis Barat.
Koalisi oposisi M5-RFP menunjukkan dukungan pada aksi para tentara pemberontak. "Ini bukan kudeta militer tapi pemberontakan populer," kata juru bicara oposisi Nouhoum Togo kepada Reuters.
Ratusan demonstran antipemerintah berkumpul di lapangan di Bamako untuk merayakan pengunduran diri Keita dan memuji para tentara yang mengendarai mobil-mobil militer dan menembakkan senjata untuk merayakannya.
Pemberontakan pada 2012 di pangkalan Kati memicu kudeta militer yang menggulingkan Presiden Amadou Toumani Toure saat itu dan membuat Mali Utara jatuh ke tangan para militan.
Pasukan Prancis ikut campur untuk melawan militan, tapi kelompok militan memperluas pengaruh ke negara tetangga; Burkina Faso dan Niger. Kelompok militan itu menyerang para tentara, warga sipil dan turis Barat.
(min)
Lihat Juga :