Siapa Abdullah Ramadan? Tentara Mesir yang Tewas dalam Baku Tembak dengan Israel dan Tidak Dimakamkan secara Militer
Selasa, 28 Mei 2024 - 23:23 WIB
loading...
A
A
A
Tak lama setelah itu, Angkatan Pertahanan Israel mengeluarkan pernyataan samar lainnya, yang mengatakan, "Israel telah berhubungan dengan pihak Mesir untuk mengoordinasikan penyelidikan atas insiden penembakan tersebut."
Keadaan seputar insiden tersebut masih belum jelas, sedangkan narasi Mesir dan Israel tidak menjelaskan pihak mana yang menembak lebih dulu.
Laporan berita yang belum dikonfirmasi mengatakan bahwa Sensor Militer Israel pada awalnya membatasi pemberitaan mengenai insiden tersebut sebelum kemudian mencabut larangan tersebut.
Baca Juga: Spanyol, Norwegia dan Irlandia Resmi Mengakui Negara Palestina
Penembakan pada hari Senin diyakini dipicu oleh serangan udara Israel terhadap kamp pengungsian "zona aman" pada larut malam pada hari sebelumnya, menewaskan sedikitnya 40 orang, beberapa dibakar hidup-hidup. Setidaknya 35.000 warga Palestina tewas dalam serangan Israel di Gaza yang meletus pada Oktober tahun lalu, sebagian besar dari mereka adalah perempuan dan anak-anak.
Insiden ini kemungkinan akan meningkatkan ketegangan hubungan Mesir-Israel yang dipicu oleh operasi darat Israel di Rafah ketika mereka merebut Perbatasan Rafah dengan Gaza awal bulan ini.
Meskipun secara teknis negara tersebut berdamai dengan Israel sejak akhir tahun 1970an, masyarakat Mesir masih berselisih dengan rezim-rezim di negara mereka mengenai normalisasi.
Keadaan seputar insiden tersebut masih belum jelas, sedangkan narasi Mesir dan Israel tidak menjelaskan pihak mana yang menembak lebih dulu.
Laporan berita yang belum dikonfirmasi mengatakan bahwa Sensor Militer Israel pada awalnya membatasi pemberitaan mengenai insiden tersebut sebelum kemudian mencabut larangan tersebut.
Baca Juga: Spanyol, Norwegia dan Irlandia Resmi Mengakui Negara Palestina
Tetap Mempertahankan Status Quo
Al-Araby Al-Jadeed, terbitan TNA berbahasa Arab, melaporkan pada hari Selasa, mengutip media Israel yang mengklaim Mesir dan Israel setuju untuk mempertahankan status quo dan meremehkan insiden tersebut.Penembakan pada hari Senin diyakini dipicu oleh serangan udara Israel terhadap kamp pengungsian "zona aman" pada larut malam pada hari sebelumnya, menewaskan sedikitnya 40 orang, beberapa dibakar hidup-hidup. Setidaknya 35.000 warga Palestina tewas dalam serangan Israel di Gaza yang meletus pada Oktober tahun lalu, sebagian besar dari mereka adalah perempuan dan anak-anak.
Insiden ini kemungkinan akan meningkatkan ketegangan hubungan Mesir-Israel yang dipicu oleh operasi darat Israel di Rafah ketika mereka merebut Perbatasan Rafah dengan Gaza awal bulan ini.
Meskipun secara teknis negara tersebut berdamai dengan Israel sejak akhir tahun 1970an, masyarakat Mesir masih berselisih dengan rezim-rezim di negara mereka mengenai normalisasi.
Lihat Juga :