Ini Respons Negara yang Akan Mengakui Palestina atas Serangan Zionis ke Kamp Tenda di Rafah

Senin, 27 Mei 2024 - 16:09 WIB
loading...
A A A
Martin mengatakan meskipun komunitas internasional – termasuk UE – telah membahas dukungan terhadap solusi dua negara selama beberapa dekade, “kita masih belum benar-benar mencapai keadaan akhir yang diinginkan”.

Berbicara pada konferensi media di Brussels dengan rekan-rekannya dari Spanyol dan Norwegia, dia mengatakan beberapa orang telah menyusun keputusan mereka untuk mengakui negara Palestina sebagai “hadiah atas teror”, dan menambahkan, “tidak ada yang jauh dari kebenaran”.

“Kami mengakui Negara Israel dan Negara Palestina justru karena kami ingin melihat masa depan hubungan yang normal antara kedua bangsa” lanjutnya.

Dia mengatakan negaranya mencari solusi di mana pendudukan, terorisme, perampasan dan pengungsian, “tidak mempunyai peran” dan “digantikan oleh kerangka politik di mana partai-partai dapat mencapai tujuan politik mereka”.

“Tidak ada solusi militer terhadap konflik ini. Dan saya benar-benar membantah kelompok mana pun yang menggunakan kekerasan atau terorisme untuk mencoba melenyapkan Negara Israel atau Negara Palestina sebagai gagasan atau kenyataan,” katanya.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Dewan Pers Minta Pemerintah...
Dewan Pers Minta Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel
Teken Perjanjian Damai...
Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapat Perdamaian Permanen di Kawasan
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5...
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5 Guncang Venezuela, 32 Orang Tewas 700 Luka
Rekomendasi
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
HUT ke-499, Pramono-Rano...
HUT ke-499, Pramono-Rano Resmi Luncurkan Logo 5 Abad Jakarta
Berita Terkini
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap AS dan Iran Masih Berusaha Raih Klaim Kemenangan
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Infografis
20 Negara yang Pernah...
20 Negara yang Pernah Dijajah Alexander Agung, dari Pakistan hingga Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved