Serangan Israel ke Kamp Tenda Rafah Menyebabkan Anak-anak Terbakar Hidup-hidup
Senin, 27 Mei 2024 - 15:09 WIB
loading...
A
A
A
Menanggapi pembantaian tersebut, gerakan perlawanan Palestina Hamas menyebutnya sebagai “penghinaan mengerikan” terhadap keputusan Mahkamah Internasional baru-baru ini, yang memerintahkan rezim Israel untuk “segera” menghentikan serangannya terhadap Rafah.
Gerakan ini menyerukan semua pihak, terutama Mesir, untuk menekan rezim agar mengakhiri pendudukannya di penyeberangan Rafah, yang berbatasan dengan negara tersebut dan berfungsi sebagai pintu masuk utama pasokan penting ke Gaza.
Melansir Press TV, Hamas juga mendesak komunitas internasional, Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan semua pihak terkait untuk berjuang mendukung bangsa Palestina dalam menghadapi pembantaian Israel, yang berupaya menyebabkan eksodus massal rakyat Palestina dan menghancurkan perjuangan nasional mereka. tujuh bulan terakhir.
Pernyataan tersebut merujuk pada perang genosida yang terjadi pada bulan Oktober lalu yang dilancarkan rezim tersebut terhadap Gaza sebagai tanggapan atas operasi pembalasan yang dilakukan oleh gerakan perlawanan di wilayah tersebut.
Baca Juga: Sekjen NATO: China Memicu Perang di Eropa
Perang tersebut sejauh ini telah merenggut nyawa sekitar 36.000 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, di Gaza.
Hamas akhirnya meminta masyarakat Muslim dan Arab di dunia untuk meningkatkan aktivisme anti-Israel dalam menghadapi genosida.
Gerakan ini menyerukan semua pihak, terutama Mesir, untuk menekan rezim agar mengakhiri pendudukannya di penyeberangan Rafah, yang berbatasan dengan negara tersebut dan berfungsi sebagai pintu masuk utama pasokan penting ke Gaza.
Melansir Press TV, Hamas juga mendesak komunitas internasional, Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan semua pihak terkait untuk berjuang mendukung bangsa Palestina dalam menghadapi pembantaian Israel, yang berupaya menyebabkan eksodus massal rakyat Palestina dan menghancurkan perjuangan nasional mereka. tujuh bulan terakhir.
Pernyataan tersebut merujuk pada perang genosida yang terjadi pada bulan Oktober lalu yang dilancarkan rezim tersebut terhadap Gaza sebagai tanggapan atas operasi pembalasan yang dilakukan oleh gerakan perlawanan di wilayah tersebut.
Baca Juga: Sekjen NATO: China Memicu Perang di Eropa
Perang tersebut sejauh ini telah merenggut nyawa sekitar 36.000 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, di Gaza.
Hamas akhirnya meminta masyarakat Muslim dan Arab di dunia untuk meningkatkan aktivisme anti-Israel dalam menghadapi genosida.
Lihat Juga :