India Tuntut Pakistan Kembalikan Pilot yang Tertangkap

Kamis, 28 Februari 2019 - 01:31 WIB
India Tuntut Pakistan...
India Tuntut Pakistan Kembalikan Pilot yang Tertangkap
A A A
NEW DELHI - India mengatakan mereka mengharapkan Pakistan mengembalikan secara langsung dan aman seorang pilot Angkatan Udaranya yang tertangkap. India dan Pakistan terjerembab dalam eskalasi terburuk di antara dua negara tetangga dalam beberapa dekade.

New Delhi telah memanggil Dubes Pakistan dan mengajukan protes keras atas apa yang disebutnya sebagai tindakan agresi yang tidak berlasan oleh Pakistan. India menuding jet-jet Pakistan telah menargetkan instalasi militer miliknya sehari setelah jet tempur negara itu melintasi Garis Kontrol dan melakukan serangan di sebuah kamp utama militan.

Pakistan awalnya mengklaim menangkap dua pilot India, namun kemudian meralatnya bahwa hanya satu pilot yang tertangkap. Pakistan menyatakan pilot India itu diperlakukan sesuai dengan norma etika militer.

Dalam berbagai video yang beredar, terlihat mata pilot India itu tertutup dan terluka, lengannya diikat ke belakang, dan diinterogasi. Video-video itu diambil ketika Pakistan dituding telah melanggar Konvensi Jenewa terhadap para tahanan perang. Kemudian, sebuah video menunjukkan pilot tersebut meminum teh, mengatakan bahwa perwira tentara Pakistan telah merawatnya dengan baik.

"India sangat menentang penampilan vulgar Pakistan atas personil yang terluka dari Angkatan Udara India yang melanggar semua norma Hukum Humaniter Internasional dan Konvensi Jenewa," kata pemerintah India.

"Jelas bahwa Pakistan akan diminta untuk memastikan bahwa tidak ada bahaya yang terjadi pada personel pertahanan India dalam tahanannya," sambung pernyataan itu seperti dikutip dari NDTV, Kamis (28/2/2019).

Sebelumnya, pemerintah India mengatakan pilotnya hilang dalam aksi setelah menembak jatuh sebuah pesawat Pakistan yang menargetkan instalasi militer India. Pesawat F-16 Pakistan, ditembak jatuh oleh MiG 21 Bison Angkatan Udara India, jatuh di wilayah Pakistan di daerah Lembah Lam.

Pakistan menyatakan bahwa mereka telah melakukan serangan di Garis Kontrol dari dalam wilayah udara Pakistan, tetapi itu bukan pembalasan atau eskalasi.

"Itu adalah demonstrasi yang sepenuhnya siap untuk dilakukan jika dipaksa. Itulah sebabnya kami melakukan tindakan dengan peringatan yang jelas dan di siang hari bolong," kata Pakistan.

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan, dalam pidato yang disiarkan televisi, menyerukan dialog dan mengatakan: "Itu adalah rencana kami untuk tidak menyebabkan kerusakan, dan tidak menyebabkan korban. Kami hanya ingin menunjukkan kemampuan. Dua MiG India melintasi Perbatasan Pakistan, dan kami menembak jatuh mereka. Sekarang saya ingin berbicara dengan India dan mengatakan biarkan kewarasan menang."

Di tengah meningkatnya ketegangan, Perdana Menteri Narendra Modi bertemu dengan para kepala militer, Penasihat Keamanan Nasional Ajit Doval, Menteri Pertahanan dan Menteri Luar Negeri serta para pejabat intelijen. Dia memanggil kepala militer lagi ke rumahnya untuk berdiskusi.

India telah bersikap waspada di tengah peringatan pembalasan oleh Islamabad setelah jet tempur IAF menghancurkan sebuah kamp teror Jaish e-Mohammed di Balakot, sekitar 80 km dari Garis Kontrol, dalam serangan menjelang fajar pada Selasa lalu.

New Delhi mengatakan itu adalah serangan "non-militer dan pre-emptive" berdasarkan masukan yang kredibel bahwa kelompok Jaish e-Mohammed melatih pembom bunuh diri untuk serangan lebih lanjut seperti di Pulwama. Lebih dari 40 tentara tewas pada 14 Februari lalu ketika seorang pembom bunuh diri Jaish e-Mohammed menyerang sebuah konvoi keamanan.
(ian)
Berita Terkait
Pakistan Bantah Lakukan...
Pakistan Bantah Lakukan Pembicaraan Diam-diam dengan India
Gagal di Medan Perang,...
Gagal di Medan Perang, Pakistan Tuding India Dalangi Serangan Teror yang Tewaskan 5 Orang
Pakistan-India Bertukar...
Pakistan-India Bertukar Daftar Tahanan dan Aset Nuklir
Darah Akan Banyak Mengalir,...
Darah Akan Banyak Mengalir, Pakistan Siapkan Skenario Kejutan jika Perang dengan India
Nasib Umat Muslim di...
Nasib Umat Muslim di India ketika Konflik Kashmir Memanas, Diteriaki Pengkhianat dan Diusir dari Tanah Kelahirannya
Pakistan Tuding India...
Pakistan Tuding India Berencana Melancarkan Serangan dalam 24 Jam Mendatang
Berita Terkini
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
9 menit yang lalu
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
33 menit yang lalu
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
1 jam yang lalu
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
7 jam yang lalu
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
9 jam yang lalu
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
9 jam yang lalu
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved