Bersiap Perang dan Bencana, Warga Inggris Didesak Timbun Makanan dan Air

Kamis, 23 Mei 2024 - 18:01 WIB
loading...
Bersiap Perang dan Bencana,...
Warga Inggris diminta menimbun makanan dan air. Foto/Global Look Press/Felix Kaestle
A A A
LONDON - Warga Inggris sebaiknya mulai menimbun makanan dan air serta mengembangkan “rencana darurat rumah tangga” agar siap menghadapi segala macam bencana atau konflik.

Seruan itu diungkap dalam situs web baru yang dibuat pemerintah Inggris. Dijuluki ‘Persiapan’ dan disampaikan oleh Wakil Perdana Menteri Oliver Dowden, halaman web tersebut mendorong masyarakat tidak mengandalkan keselamatan mereka hanya pada pihak berwenang.

Inisiatif ini merupakan bagian dari dorongan Dowden untuk menjadikan negara tersebut “lebih tangguh” dalam menghadapi berbagai ancaman yang semakin meningkat mulai dari bencana alam hingga konflik, media Inggris melaporkan.

Berbicara pada Konferensi Pertahanan London di King's College pada Rabu (22/5/2024), wakil perdana menteri Inggris itu mengatakan, “Ketahanan dimulai dari dalam negeri.”

“Kami berupaya sejak dini untuk membekali seluruh masyarakat untuk bersiap menghadapi dan bahkan mencegah guncangan berikutnya sambil menyampaikan rencana yang jelas dan kuat yang sangat penting bagi pertahanan nasional kita,” papar dia.

Daftar potensi “kejutan” yang mungkin dihadapi Inggris, menurut pemerintah, mencakup segala hal mulai dari serangan dunia maya dan pemadaman listrik hingga banjir, biohazard, jilatan api matahari, dan pandemi baru.

Baca juga: Presiden Kolombia Perintahkan Pembukaan Kedutaan Besar di Wilayah Palestina

Nasihat yang diberikan pihak berwenang dalam hal ini termasuk mengenal “risiko di daerah Anda”, menerima peringatan, mempelajari “keterampilan dasar pertolongan pertama” dan menuliskan “nomor telepon siapa pun yang ingin Anda hubungi dalam keadaan darurat.”

“Memiliki rencana darurat rumah tangga, termasuk rute keluar terbaik dari rumah Anda juga tidak ada salahnya,” menurut situs web ‘Prepare’.

Selain itu, warga Inggris yang telah mempersiapkan diri dengan baik diharapkan memiliki “peralatan darurat” di lokasi yang mudah dijangkau di rumah.

Perlengkapan tersebut harus mencakup berbagai baterai, radio, senter, kotak P3K, pembersih tangan, serta air kemasan dan makanan yang tidak mudah rusak.

Menurut pemerintah, “Minimum 2,5-3 liter air minum per orang per hari direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) namun dengan 10 liter per orang per hari akan membuat Anda lebih nyaman.”

Situs web tersebut tidak merinci berapa banyak makanan yang perlu disimpan agar merasa cukup aman, namun Dowden percaya bahwa, “Bertahan selama tiga hari secara sederhana akan membantu seseorang melalui banjir lokal yang dapat menyebabkan pemadaman listrik dan … gangguan air.”

“Anda tidak akan khawatir untuk pergi ke toko pada periode tersebut,” ujar wakil perdana menteri.

“Pada akhirnya, langkah-langkah ini diharapkan akan memudahkan pemerintah untuk mengatasi potensi krisis karena pemerintah akan lebih fokus pada mereka yang tidak mengikuti sarannya,” papar dia.

“Setiap tambahan orang yang mengambil langkah untuk menjadikan dirinya tangguh berarti ketika krisis melanda, pemerintah dapat lebih fokus pada orang-orang yang belum siap dan tidak tangguh,” ujar Dowden.

Menurut jajak pendapat yang dilakukan Konferensi Pertahanan London, hanya 15% penduduk Inggris yang memiliki peralatan darurat di rumah dan lebih dari 40% tidak mempunyai persediaan makanan dan air yang tidak mudah rusak untuk tiga hari.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Ini 5 Bukti Perjanjian...
Ini 5 Bukti Perjanjian Damai AS dan Iran Tunjukkan Kegagalan Tujuan Perang Israel
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
AS Klaim Tembak Jatuh...
AS Klaim Tembak Jatuh Banyak Drone Iran
Tak Ingin Terus Jadi...
Tak Ingin Terus Jadi Target Rudal Iran, UEA Bayar Rp53 Triliun ke Teheran
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Gelar Aksi Food Rescue untuk Warga Duri Kepa
China Hadapi “Epidemi”...
China Hadapi “Epidemi” Baru, Lonjakan Kematian Usia Muda Picu Kekhawatiran Publik
Pesawat Militer India...
Pesawat Militer India Jatuh Tewaskan 5 Prajurit AU, Kopilot Selamat
Rekomendasi
Tren Paylater Makin...
Tren Paylater Makin Menjangkit, Literasi Keuangan Dinilai Jadi Faktor Penting
Sambut Libur Sekolah,...
Sambut Libur Sekolah, ASDP Perkuat Layanan dan Keselamatan Penyeberangan
Polisi Sebut Demo di...
Polisi Sebut Demo di Bundaran HI Tidak Sesuai Aturan, Begini Respons BEM UI
Berita Terkini
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Ini Gaun Emas Termahal...
Ini Gaun Emas Termahal di Dunia! Beratnya 10 Kg, Harganya Rp24 Miliar
4 Fakta Tempat Tinggal...
4 Fakta Tempat Tinggal Elon Musk, Rumah Sewa dan Ukurannya Mungil
Apa Itu Front Kedelapan...
Apa Itu Front Kedelapan Israel? Propaganda Digital terhadap Politikus Pro-Palestina
Pejuang Hizbullah Sergap...
Pejuang Hizbullah Sergap Pasukan Israel di Lebanon
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved