Mesir Marah, Ancam Tarik Diri sebagai Mediator Gencatan Senjata Hamas-Israel
Kamis, 23 Mei 2024 - 12:07 WIB
loading...
Mesir ancam tarik diri sebagai mediator gencatan senjata Hamas-Israel di Gaza. Foto/REUTERS
A
A
A
KAIRO - Pemerintah Mesir marah dan mengancam akan menarik diri sebagai mediator perundingan gencatan senjata di Gaza antara Hamas dan Israel.
Ancaman dar Kairo muncul setelah CNN melaporkan bahwa intelijen Mesir mengubah persyaratan proposal gencatan senjata baru-baru ini dan membatalkan kesepakatan.
“Upaya untuk menimbulkan keraguan dan menyinggung upaya mediasi Mesir hanya akan menyebabkan komplikasi lebih lanjut dari situasi di Gaza dan seluruh wilayah dan mungkin mendorong Mesir untuk sepenuhnya menarik diri dari mediasi dalam konflik saat ini,” kata Diaa Rashwan, Kepala Layanan Informasi Negara Mesir, dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan di media sosial, seperti dikutip Reuters, Kamis (23/5/2024).
Baca Juga: Murka Hadapi Israel, Mesir Kerahkan Konvoi Militer ke Perbatasan Gaza
Mengutip tiga orang yang mengetahui diskusi tersebut, CNN pada hari Selasa melaporkan bahwa intelijen Mesir mengubah ketentuan proposal gencatan senjata yang disetujui Israel pada awal Mei.
Ketika Hamas mengumumkan pada 6 Mei bahwa mereka menerima perjanjian tersebut, itu bukan proposal yang menurut rekan mediator dari Amerika Serikat (AS) dan Qatar telah diserahkan ke Hamas untuk ditinjau.
Menurut laporan CNN, perubahan yang dilakukan oleh intelijen Mesir menyebabkan kemarahan dan saling tuduh di antara para pejabat AS, Israel dan Qatar serta menyebabkan kebuntuan dalam perundingan.
Ancaman dar Kairo muncul setelah CNN melaporkan bahwa intelijen Mesir mengubah persyaratan proposal gencatan senjata baru-baru ini dan membatalkan kesepakatan.
“Upaya untuk menimbulkan keraguan dan menyinggung upaya mediasi Mesir hanya akan menyebabkan komplikasi lebih lanjut dari situasi di Gaza dan seluruh wilayah dan mungkin mendorong Mesir untuk sepenuhnya menarik diri dari mediasi dalam konflik saat ini,” kata Diaa Rashwan, Kepala Layanan Informasi Negara Mesir, dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan di media sosial, seperti dikutip Reuters, Kamis (23/5/2024).
Baca Juga: Murka Hadapi Israel, Mesir Kerahkan Konvoi Militer ke Perbatasan Gaza
Mengutip tiga orang yang mengetahui diskusi tersebut, CNN pada hari Selasa melaporkan bahwa intelijen Mesir mengubah ketentuan proposal gencatan senjata yang disetujui Israel pada awal Mei.
Ketika Hamas mengumumkan pada 6 Mei bahwa mereka menerima perjanjian tersebut, itu bukan proposal yang menurut rekan mediator dari Amerika Serikat (AS) dan Qatar telah diserahkan ke Hamas untuk ditinjau.
Menurut laporan CNN, perubahan yang dilakukan oleh intelijen Mesir menyebabkan kemarahan dan saling tuduh di antara para pejabat AS, Israel dan Qatar serta menyebabkan kebuntuan dalam perundingan.
Lihat Juga :