Kakek Inggris yang Tewas dalam Turbulensi Singapore Airlines Ingin Berlibur Seumur Hidup di Australia

Rabu, 22 Mei 2024 - 21:55 WIB
loading...
A A A
“Komitmennya terhadap TMTG tidak perlu dipertanyakan lagi dan dia telah melayani kelompok dan komunitas lokal Thornbury selama lebih dari 35 tahun, memegang berbagai jabatan dalam kelompok, termasuk ketua, bendahara dan terakhir sekretaris."

“Pikiran dan doa kami ditujukan kepada istri dan keluarganya di masa sulit ini, dan kami meminta Anda menghormati privasi mereka.”

Sebagian Besar Penumpang Mengalami Benturan

Kakek Inggris yang Tewas dalam Turbulensi Singapore Airlines Ingin Berlibur Seumur Hidup di Australia

Foto/Reuters

Pesawat tersebut membawa 211 penumpang dan 18 awak.

Sebanyak 131 penumpang dan 12 awak tiba di Singapura dengan penerbangan bantuan tepat setelah jam 5 pagi pada hari Rabu.

Sebanyak 79 penumpang dan enam awak lainnya masih berada di Bangkok, termasuk mereka yang menerima perawatan medis. Sebagian besar penumpang yang terluka dalam penerbangan tersebut mengalami benturan di kepala.

Penumpang asal Inggris Andrew Davies mengatakan kepada BBC Radio 5 bahwa pesawat "tiba-tiba jatuh" dan "sangat sedikit peringatan".

“Selama beberapa detik setelah pesawat terjatuh, terdengar teriakan yang mengerikan dan terdengar seperti bunyi gedebuk,” katanya, seraya menambahkan bahwa dia membantu seorang wanita yang “menjerit kesakitan” dengan “luka di kepalanya”.

Dia menggambarkan melihat orang-orang dengan luka di kepala dan telinga berdarah: "Saya berlumuran kopi. Itu adalah turbulensi yang sangat parah".

Baca Juga: Semua Awak Kabin Singapore Airlines yang Turbulensi Terluka, Penumpang yang Tewas Diduga Mengalami Serangan Jantung

Suatu Penerbangan yang Gila

Kakek Inggris yang Tewas dalam Turbulensi Singapore Airlines Ingin Berlibur Seumur Hidup di Australia

Foto/Reuters

Allison Barker mengatakan kepada BBC bahwa putranya Josh, yang berada di dalam pesawat, mengirim pesan kepadanya bahwa dia sedang dalam "penerbangan gila" yang melakukan pendaratan darurat.

"Itu menakutkan," katanya. "Saya tidak tahu apa yang terjadi. Kami tidak tahu apakah dia selamat, itu sangat menegangkan. Itu adalah dua jam terpanjang dalam hidup saya."

SIA meminta maaf atas "pengalaman traumatis" yang dialami penumpang dan awak pesawat, dan menambahkan bahwa semua bantuan yang diperlukan telah diberikan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Nasib Apes Pesawat Boeing...
Nasib Apes Pesawat Boeing 737 Hilang Kontak, Ditemukan Jadi Puing-puing di Laut Arab
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Pesawat Jatuh di Prancis,...
Pesawat Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Tenun Sumba Tampil di...
Tenun Sumba Tampil di Panggung Dunia lewat Indonesia-Singapore Orchid Extravaganza
Kebakaran Pabrik Sepatu...
Kebakaran Pabrik Sepatu di China Tewaskan Setidaknya 28 Orang
Palestina Akhirnya Gelar...
Palestina Akhirnya Gelar Pemilu Legislatif Tahun Ini, Pertama sejak 20 Tahun
Rekomendasi
Penampakan Emas Batangan...
Penampakan Emas Batangan hingga Uang Hasil Penggeledahan 13 Lokasi yang Ditampilkan di Polda Metro Jaya
Tinjau Tambak Lorok,...
Tinjau Tambak Lorok, Wali Kota Agustina Siapkan Penanganan untuk Kurangi Dampak Rob
Dukung Ketahanan Air...
Dukung Ketahanan Air dan Pangan, Dua Bendungan Garapan Nindya Karya Diresmikan Presiden
Berita Terkini
Setelah Warga Palestina...
Setelah Warga Palestina Diusir, Israel Robohkan Sekolah di Dusun Tepi Barat
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
Israel Minta Lampu Hijau...
Israel Minta Lampu Hijau AS untuk Serang Iran
Rencana Volkswagen Buat...
Rencana Volkswagen Buat Rudal dengan Rafael Israel Dihalangi Para Investor Qatar
Ukraina Menggila, Pertahanan...
Ukraina Menggila, Pertahanan Udara Rusia Hancurkan 5.000 Drone dalam Sepekan
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS dan Pangkalan Udara Yordania dengan 10 Rudal Balistik
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved