Eropa Bunuh Diri Jika Setuju Jadi Basis Rudal Baru AS

Kamis, 21 Februari 2019 - 20:02 WIB
Eropa Bunuh Diri Jika...
Eropa Bunuh Diri Jika Setuju Jadi Basis Rudal Baru AS
A A A
BERLIN - Pemimpin partai Solidaritas Gerakan Hak Sipil Jerman, Helga Zepp-LaRouche menuturkan kemungkinan ada perjanjian antara Eropa dan Amerika Serikat (AS) mengenai penempatan rudal jarak menengah baru Washington, yang sama saja dengan bunuh diri.

Zepp-LaRouche mengatakan, langkah ini amat berbahaya, mengingat Presiden Rusia, Vladimir Putin dalam pidatonya di Parlemen Moskow menegaskan akan menargetkan negara-negara yang menjadi basis rudal jarak menengah baru AS.

"Jika Eropa menerima instalasi rudal AS baru di wilayahnya dalam lingkungan strategis ini, mereka sama saja menandatangani pakta bunuh diri," kata Zepp-LaRouche dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Sputnik pada Kamis (21/2).

Menurut politisi itu, di tengah-tengah retorika yang ajakan berperang di Barat, Putin baru saja memperkenalkan kembali prinsip dan kejelasan realitas dengan peringatannya.

"Meskipun Donald Trump telah menyatakan niat untuk meningkatkan hubungan antara AS dan Rusia, termasuk bahwa ia mungkin memiliki satu gagasan untuk menggantikan perjanjian INF dengan perjanjian baru, Putin harus mempertimbangkan niat sebaliknya dari para neokons di administrasi Trump," ucapnya.

"Selain itu 'Menteri Perang Inggris', Gavin Williamson, yang mengancam akan menggunakan kekuatan keras dan juga mengklaim bahwa batas-batas antara perdamaian dan perang menjadi kabur," sambungnya merujuk pada pernyataan Williamson di Konferensi Keamanan Munich.

Seperti diketahui, kemarin Putin Rusia akan menanggapi setiap penyebaran senjata nuklir jangka pendek atau menengah AS di Eropa dengan menargetkan tidak hanya negara-negara di mana mereka ditempatkan, tetapi AS sendiri.

Putin mengatakan Moskow tidak mencari konfrontasi dan tidak akan mengambil langkah pertama untuk mengerahkan rudal sebagai tanggapan atas keputusan Washington bulan ini untuk mundur dari Perjanjian INF. Namun, dia mengatakan bahwa reaksi Rusia terhadap penyebaran rudal apapun akan tegas dan bahwa pembuat kebijakan AS, yang beberapa di antaranya menurutnya terobsesi dengan status istimewa AS, harus memperhitungkan risiko sebelum mengambil langkah apa pun.
(esn)
Berita Terkait
Bayern München Ikat...
Bayern München Ikat Leon Goretzka Hingga 2026
Produksi Makanan Crispy...
Produksi Makanan Crispy dari Ulat Jerman
Banjir Rendam Kota Koblenz,...
Banjir Rendam Kota Koblenz, Jerman
Hasil EURO 2024: Langsung...
Hasil EURO 2024: Langsung Tancap Gas, Jerman Bantai Skotlandia 5-1
Pangeran Jerman Dituntut...
Pangeran Jerman Dituntut Ayahnya karena Jual Kastil Keluarga Hanya Rp17.000
Balas Tindakan Berlin,...
Balas Tindakan Berlin, Teheran Usir Dua Diplomat Jerman
Berita Terkini
AS Bombardir Iran Pagi...
AS Bombardir Iran Pagi Ini usai Trump Janji Serang Teheran Sangat Keras
10 menit yang lalu
Beberapa Jam Meninggal...
Beberapa Jam Meninggal setelah Berkunjung ke Ukraina, Siapa Lindsey Graham?
35 menit yang lalu
Perang Timur Tengah...
Perang Timur Tengah Bak Neraka: Iran Melawan AS, Arab Saudi Melawan Houthi Yaman
53 menit yang lalu
Pesawat Kiamat Rusia...
Pesawat Kiamat Rusia Mendarat di Teheran saat Iran-AS Perang, Apa Misinya?
1 jam yang lalu
Trump Beri Tahu Kongres:...
Trump Beri Tahu Kongres: AS dan Iran Resmi Perang Lagi!
2 jam yang lalu
Perang Iran Kembali...
Perang Iran Kembali Berkecamuk, Cadangan Rudal Strategis AS Terus Menipis
4 jam yang lalu
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved