Para Rabi Israel Klaim Kematian Presiden Iran dalam Kecelakaan Helikopter Adalah Hukuman Tuhan

Selasa, 21 Mei 2024 - 08:32 WIB
loading...
Para Rabi Israel Klaim...
Para rabi Israel klaim kematian Presiden Iran Ebrahim Raisi dalam kecelakaan helikopter adalah hukuman Tuhan. Foto/FARS News Agency/NDTV
A A A
TEL AVIV - Para rabi (pendeta Yahudi) Israel mengeklaim kecelakaan helikopter yang menewaskan Presiden Iran Ebrahim Raisi merupakan hukuman dari Tuhan.

Alih-alih berempati, mereka justru terang-terangan menunjukkan pandangan konfrontatif terhadap pemimpin Iran tersebut.

Rabi Meir Abutbul, salah satu pendeta Yahudi terkemuka Israel, dengan tegas menyebut Raisi sebagai "algojo dari Teheran".

Dia mengecam pemimpin Iran itu dalam sebuah posting-an di Facebook karena sikap kebenciannya terhadap Israel dan orang-orang Yahudi.

“Anjing ini ingin menggantung orang-orang Yahudi, jadi Tuhan menyebarkan dia ke angin dalam kecelakaan helikopter, dia dan seluruh awaknya yang membenci Israel,” tulis Abutbul, mengeklaim kecelakaan pada hari Minggu itu adalah bentuk hukuman Tuhan.

Baca Juga: Presiden Iran Tewas Kecelakaan Helikopter, Menteri Israel: Cheers!

Pendeta Yahudi lainnya, Rabi Nir Ben Artzi—yang terkenal karena fokusnya pada Kabbalah—menghubungkan peristiwa tersebut dengan ketidaksenangan ilahi.

Dalam posting-an Facebook-nya, Ben Artzi menulis: "Kasihanilah dirimu sendiri; Tuhan berkata cukup sudah; kamu telah membuat Dia marah."

Dia mengatakan bahwa kecelakaan helikopter tersebut merupakan akibat dari pembalasan spiritual atas tindakan yang diambil oleh Raisi dan pemerintahannya.

Menambah daftar ketidaksenangan pendeta Yahudi Israel, Rabi Yitzchak Batzri juga berbagi pemikirannya di media sosial, menyamakan Raisi dengan penjahat alkitabiah, Haman.

“Haman si jahat terluka dalam kecelakaan helikopter,” tulis Batzri di Facebook, merujuk pada laporan Tasnim News tentang kecelakaan di wilayah provinsi Azerbaijan Timur, Iran.

Menteri Israel Senang


Menteri Warisan Israel Amichay Eliyahu merayakan meninggalnya Presiden Raisi. Menanggapi berita meninggalnya Raisi, Eliyahu mem-posting gambar segelas wine di X disertai dengan tulisan “Cheers” di caption-nya.

Kematiannya telah memicu spekulasi bahwa musuh bebuyutan Iran, Israel, mungkin berada di balik kecelakaan itu.

Pada hari Senin, seorang pejabat Israel, yang tidak mau disebutkan namanya, membantah keterlibatan negaranya dalam kecelakaan itu.

"Bukan kami yang melakukannya," katanya kepada Reuters, yang dilansir Selasa (21/5/2024).

Putaran ketegangan terbaru antara Israel dan Iran dimulai pada 1 April, setelah serangan udara Israel menghantam konsulat Iran di Ibu Kota Suriah, Damaskus. Serangan itu menewaskan tujuh perwira Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), termasuk dua jenderal senior.

Sebagai tanggapan, Teheran menembakkan banyak drone dan rudal ke Israel. Republik Islam Iran telah berulang kali bersumpah untuk melenyapkan, menghancurkan, atau memusnahkan rezim Zionis Israel.

Avigdor Lieberman, mantan menteri pertahanan dan pemimpin partai oposisi sayap kanan Yisrael Beiteinu, mengatakan kepada situs berita Ynet: "Israel tidak akan menitikkan air mata atas kematian presiden Iran.”

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei telah mengumumkan lima hari berkabung di negaranya untuk para korban kecelakaan itu.

Wakil Raisi, Mohammad Mokhber, mengambil alih jabatan presiden setelah mendapat persetujuan Khamenei pada hari Senin.

Mokhber akan memegang jabatan tersebut selama 50 hari hingga pemilu diadakan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Helikopter Angkatan...
Helikopter Angkatan Laut AS Jatuh di Laut Arab, 1 Awak Hilang, Ditembak Iran?
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Sanksi Dicabut, Iran...
Sanksi Dicabut, Iran Jual Minyak 20% Lebih Mahal
Iran Bersiap Berperang...
Iran Bersiap Berperang Lagi jika MoU Tidak Dilaksanakan, AS dan Sekutunya Ketar-ketir
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Bertambah Jadi 1.719 Orang, Ribuan Masih Hilang
Iran Ingatkan Selat...
Iran Ingatkan Selat Hormuz hanya Dibuka Bebas 60 Hari, selanjutnya...
Rekomendasi
Kontroversi VAR! Kane...
Kontroversi VAR! Kane Gagal Dapat Penalti, Alan Shearer Naik Pitam
Inggris vs DR Kongo:...
Inggris vs DR Kongo: Gol Kilat Brian Cipenga Kejutkan The Three Lions
Hari Ini Prabowo Bertemu...
Hari Ini Prabowo Bertemu Presiden Belarus Lukashenko di Istana Merdeka
Berita Terkini
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
Helikopter Angkatan...
Helikopter Angkatan Laut AS Jatuh di Laut Arab, 1 Awak Hilang, Ditembak Iran?
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Infografis
Netanyahu Klaim Serangan...
Netanyahu Klaim Serangan Israel Melumpuhkan Produksi Rudal Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved