Sejarawan Israel yang Terkenal Bela Palestina Diinterogasi FBI di Bandara AS
Jum'at, 17 Mei 2024 - 08:01 WIB
loading...
A
A
A
Dia juga ditanyai tentang “teman-teman Arab dan Muslimnya” di AS, termasuk berapa lama dia mengenal mereka dan hubungan seperti apa yang dia miliki dengan mereka.
Pappé mengatakan dia dilepaskan setelah ada panggilan telepon.
“Mereka melakukan percakapan telepon yang panjang dengan seseorang, orang Israel?” bunyi posting-an Facebook Pappe, seperti dikutip Al Arabiya, Jumat (17/5/2024).
“Saya tahu banyak dari Anda mengalami pengalaman yang jauh lebih buruk, tetapi setelah Prancis dan Jerman menolak masuknya Rektor Universitas Glasgow karena menjadi warga Palestina...Tuhan tahu apa yang akan terjadi selanjutnya,” katanya, mengacu pada pihak berwenang di Eropa yang menolak masuknya ahli bedah Inggris-Palestina, Ghassan Abu Sitta. Abu Sitta juga diangkat menjadi Rektor Universitas Glasgow.
Mengekspresikan optimismenya, Pappé mengatakan “kabar baiknya” adalah bahwa tindakan seperti interogasinya oleh FBI atau melarang masuknya Abu Sitta ke negara-negara Eropa menunjukkan “kepanikan dan keputusasaan sebagai reaksi terhadap Israel yang akan segera menjadi negara paria dengan segala implikasi dari status tersebut."
Pappé mengatakan dia dilepaskan setelah ada panggilan telepon.
“Mereka melakukan percakapan telepon yang panjang dengan seseorang, orang Israel?” bunyi posting-an Facebook Pappe, seperti dikutip Al Arabiya, Jumat (17/5/2024).
“Saya tahu banyak dari Anda mengalami pengalaman yang jauh lebih buruk, tetapi setelah Prancis dan Jerman menolak masuknya Rektor Universitas Glasgow karena menjadi warga Palestina...Tuhan tahu apa yang akan terjadi selanjutnya,” katanya, mengacu pada pihak berwenang di Eropa yang menolak masuknya ahli bedah Inggris-Palestina, Ghassan Abu Sitta. Abu Sitta juga diangkat menjadi Rektor Universitas Glasgow.
Mengekspresikan optimismenya, Pappé mengatakan “kabar baiknya” adalah bahwa tindakan seperti interogasinya oleh FBI atau melarang masuknya Abu Sitta ke negara-negara Eropa menunjukkan “kepanikan dan keputusasaan sebagai reaksi terhadap Israel yang akan segera menjadi negara paria dengan segala implikasi dari status tersebut."
(mas)
Lihat Juga :