Latar Belakang Palestina Tidak Menjadi Anggota PBB

Kamis, 16 Mei 2024 - 15:48 WIB
loading...
Latar Belakang Palestina...
Riyad H Mansour, Pengamat Tetap Palestina untuk PBB berpidato di depan Dewan Keamanan PBB. Foto/REUTERS/Mike Segar
A A A
NEW YORK - Palestina baru-baru ini dikabarkan mendapat persetujuan Majelis Umum PBB terkait resolusi yang mendukung negara tersebut menjadi anggota penuh PBB. Itu terjadi setelah ada 143 negara yang mendukung resolusi tersebut.

Untuk saat ini Palestina masih berstatus sebagai pengamat non-anggota di PBB. Status itu didapatkan sejak 29 November 20112 lalu, dan setelahnya negara ini terus melakukan lobi selama bertahun-tahun untuk mendapatkan keanggotaan penuh.

Hingga pada akhirnya di 10 Mei 2014, Majelis Umum PBB menyetujui resolusi yang mendukung upaya Palestina untuk menjadi anggota penuh PBB.

Lantas apakah hal tersebut secara langsung membuat Palestina mendapat keanggotaan tetap di PBB? Sebenarnya tidak sesederhana itu, masih ada beberapa tahapan yang harus dijalani untuk menjadi anggota PBB.

Karena jika suatu negara ingin bergabung dengan PBB, maka perlu mengajukan permohonan keanggotaan terlebih dahulu pada Sekretaris Jenderal PBB, menurut TRT World.

Nantinya permohonan tersebut akan diteruskan ke Dewan Keamanan PBB yang beranggotakan 15 negara untuk menjalankan pemungutan suara dan pemeriksaan.

Persetujuan ini paling tidak membutuhkan dukungan dari sembilan negara dan tidak ada veto dari AS, Rusia, China, Prancis, atau Inggris.

Jika Palestina mendapat persetujuan dari Dewan Keamanan, barulah permintaan tersebut diusulkan ke Majelis Umum PBB untuk mendapat persetujuan. Tanpa persetujuan dari Majelis Umum PBB, suatu negara tidak akan bisa menjadi anggota.

Baca juga: Pertama Kalinya, Staf Yahudi Pemerintah Biden Mundur karena AS Dukung Perang Israel di Gaza

Sebelumnya, Palestina telah menjalankan proses tersebut namun gagal di tahun 2011, karena tidak mendapat dukungan yang dibutuhkan.

Resolusi tersebut disetujui 12 negara anggota Dewan Keamanan, tetapi mendapat veto dari Amerika Serikat. Terdapat pula dua negara, yakni Inggris dan Swiss, memilih abstain.

Lantas Apa Fungsi Resolusi Palestina di PBB Tahun 2024 ?

Resolusi yang disetujui oleh Majelis Umum PBB pada 10 Mei 2024, ini mendukung upaya Palestina untuk menjadi anggota penuh PBB. Resolusi itu juga merekomendasikan Dewan Keamanan untuk mempertimbangkan ulang permohonan keanggotaan Palestina.

Nantinya Palestina akan mendapat sejumlah hak dan keistimewaan tambahan, seperti kursi di antara anggota PBB di ruang sidang, namun tidak memiliki hak suara.

Mengingat resolusi tersebut tidak memberikan keanggotaan penuh PBB kepada Palestina, melainkan mengakui bahwa mereka memenuhi syarat untuk bergabung sebagai anggota.

Oleh sebab itulah mengapa Palestina sampai saat ini masih belum bisa menjadi anggota tetap PBB, meskipun sudah didukung oleh Majelis Umum PBB. Karena hanya dianggap memenuhi syarat sebagai anggota saja.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Wapres AS Blak-blakan:...
Wapres AS Blak-blakan: Trump Tak Akur dengan Netanyahu soal Perang Iran
Rekomendasi
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Berita Terkini
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Infografis
10 Negara yang Paling...
10 Negara yang Paling Tidak Dikenal, dari Nauru hingga Tuvalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved