AS Jual Sistem Rudal ke India untuk Lindungi Pesawat Presiden dan PM

Jum'at, 08 Februari 2019 - 02:34 WIB
AS Jual Sistem Rudal...
AS Jual Sistem Rudal ke India untuk Lindungi Pesawat Presiden dan PM
A A A
WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat (AS) sepakat untuk menjual dua sistem pertahanan rudal canggih ke India untuk melindungi presiden dan perdana menteri (PM). Harga dua sistem pertahanan rudal pelindung dua pesawat Boeing-777 itu sekitar USD190 juta.

Menurut Pentagon, penjualan senjata pertahanan tersebut akan mendukung kebijakan luar negeri dan keamanan nasional AS dengan membantu memperkuat hubungan strategis AS-India.

Administrasi Trump menyetujui penjualan dua sistem yang dikenal sebagai Large Aircraft Infrared Countermeasures (LAIRCM) dan Self-Protection Suites (SPS) tersebut. Demikian konfirmasi Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan (DSCA) AS dalam surat pemberitahuan kepada Kongres pada hari Rabu.

Keputusan penjualan senjata diambil AS setelah Pemerintah India baru-baru ini mengajukan permintaan untuk LAIRCM dan SPS dengan alasan ada ancaman tingkat tinggi terhadap PM dan presiden.

Menurut Pentagon sistem pertahanan yang akan dipasang pada pesawat dua Boeing 777 itu akan membuat keamanan "Air India One" setara dengan pesawat yang digunakan Presiden AS atau "Air Force One".

Pemerintah India berencana untuk membeli dua Boeing 777 ER dari operator nasional Air India untuk tujuan khusus ini. Tidak seperti di masa lalu, kedua pesawat tidak akan digunakan untuk tujuan komersial oleh Air India.

Federasi Ilmuwan Amerika mengatakan tujuan dari program LAIRCM adalah untuk melindungi pesawat besar dari rudal portabel. Setelah dipasang, sistem LAIRCM dapat meningkatkan waktu peringatan kru, mengurangi tingkat alarm palsu dan secara otomatis melawan sistem rudal jarak menengah tingkat lanjut.

Subsistem peringatan rudal akan menggunakan beberapa sensor untuk memberikan cakupan spasial penuh.

Subsistem tindakan balasan akan menggunakan laser yang dipasang di rakitan menara penunjuk dan pelacak. Ini juga secara otomatis melawan sistem rudal jarak menengah tanpa tindakan yang diperlukan oleh kru.

Pilot hanya akan diberitahu bahwa rudal ancaman terdeteksi dan macet.

Mengamati bahwa hal itu akan meningkatkan kemampuan India untuk mencegah ancaman regional, notifikasi Kongres mengatakan SPS akan memfasilitasi kemampuan yang lebih kuat ke dalam area-area terkait dengan meningkatnya ancaman rudal.

"India tidak akan memiliki masalah menyerap dan menggunakan sistem ini," bunyi pernyataan DSCA, dikutip Hindustan Times, Jumat (8/2/2019).
(mas)
Berita Terkait
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Amerika Serikat dan India, Beda Jauh?
6 Fakta tentang Pentagon...
6 Fakta tentang Pentagon Amerika Serikat
Pilih Seragam Militer...
Pilih Seragam Militer Amerika, Status WNI Kezia Terancam Hilang
Menteri Digital ASEAN...
Menteri Digital ASEAN Sepakati Kerangka Kerja Sama dengan Tiga Mitra
Militer Indonesia, Australia,...
Militer Indonesia, Australia, dan Amerika Serikat Latihan Bersama
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Amerika Serikat Vs Indonesia
Berita Terkini
Iran Kritik Oman soal...
Iran Kritik Oman soal Pengumuman Koridor Pelayaran Selatan di Selat Hormuz
4 jam yang lalu
Israel Akui Hamas Pertahankan...
Israel Akui Hamas Pertahankan Sebagian Besar Kekuatan Militernya Meskipun Perang
5 jam yang lalu
Iran Tak Punya Rencana...
Iran Tak Punya Rencana Negosiasi dan akan Terus Balas Serangan AS
6 jam yang lalu
Bom AS Meledak di Dekat...
Bom AS Meledak di Dekat Rumah Sakit Kanker Iran, 211 Pasien Mengungsi
7 jam yang lalu
Wapres AS Vance Tuding...
Wapres AS Vance Tuding Para Pejabat Israel Berusaha Perpanjang Perang Iran: Pergi ke Neraka
8 jam yang lalu
Apa Arti Las Malvinas...
Apa Arti 'Las Malvinas Son Argentinas'? Slogan yang Dikibarkan Timnas Argentina Ternyata Menyimpan Luka Sejarah 200 Tahun
9 jam yang lalu
Infografis
Spesifikasi Sistem Rudal...
Spesifikasi Sistem Rudal Patriot yang Dikirim AS ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved