Ashin Wirathu, Biksu Anti-Muslim yang Dibebaskan Junta Militer Myanmar
Selasa, 14 Mei 2024 - 18:01 WIB
loading...
A
A
A
Pada 2001, Wirathu menjadi pusat perhatian ketika terlibat dengan Gerakan nasionalis 969 yang digambarkan media internasional sebagai Islamofobia. Sejak itu, ia mulai menyebarkan kebencian beragama di Myanmar terhadap minoritas Muslim.
Wirathu sempat mendekam di jeruji besi pada 2003 karena menyebarkan selebaran anti-Muslim dan berkhotbah tentang pengusiran umat Islam dari negara bagian Rakhine di Myanmar. Namun, ia bebas di bawah amnesti.
Menariknya, Wirathu belum kapok. Setelah bebas, ia berkeliling Myanmar dan menyebarkan kebencian terhadap Muslim melalui khotbahnya.
Pada September 2012, Wirathu memimpin unjuk rasa para biksu di Mandalay untuk mempromosikan rencana kontroversial mengirim Muslim Rohingya ke negara lain.
Beberapa waktu berselang, tindak kekerasan meningkat di Rakhine dan menyebabkan ribuan warga Rohingya mengungsi.
Sekitar bulan Juli 2013, Majalah Time menggambarkan Wirathu dalam salah satu sampulnya sebagai “wajah teror Buddhis.”
Wirathu sempat mendekam di jeruji besi pada 2003 karena menyebarkan selebaran anti-Muslim dan berkhotbah tentang pengusiran umat Islam dari negara bagian Rakhine di Myanmar. Namun, ia bebas di bawah amnesti.
Menariknya, Wirathu belum kapok. Setelah bebas, ia berkeliling Myanmar dan menyebarkan kebencian terhadap Muslim melalui khotbahnya.
Pada September 2012, Wirathu memimpin unjuk rasa para biksu di Mandalay untuk mempromosikan rencana kontroversial mengirim Muslim Rohingya ke negara lain.
Beberapa waktu berselang, tindak kekerasan meningkat di Rakhine dan menyebabkan ribuan warga Rohingya mengungsi.
Sekitar bulan Juli 2013, Majalah Time menggambarkan Wirathu dalam salah satu sampulnya sebagai “wajah teror Buddhis.”
Lihat Juga :