Usai Hagia Sophia, Erdogan Ubah Gereja Kuno Chora Menjadi Masjid

Selasa, 14 Mei 2024 - 10:23 WIB
loading...
Usai Hagia Sophia, Erdogan...
Gereja Chora, situs Ortodoks Bizantium di Istanbul, Turki, dikonversi menjadi Masjid Kariye oleh pemerintah Presiden Recep Tayyip Erdogan. Yunani protes atas konversi bangunan tersebut. Foto/REUTERS
A A A
ANKARA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengonfirmasi pembukaan kembali sebuah masjid di Istanbul yang diubah dari Gereja Chora, gereja kuno Ortodoks Bizantium.

Langkah Erdogan itu memicu protes dari Yunani.

Erdogan membahas nasib Gereja Chora atau Kariye dalam pertemuan di Ankara dengan Perdana Menteri (PM) Yunani Kyriakos Mitsotakis pada hari Senin. Pemimpin Yunani tersebut mengunjungi Turki untuk memperkuat hubungan kedua negara.

“Masjid Kariye dalam bentuk barunya akan tetap terbuka untuk semua orang,” kata Erdogan pada konferensi pers bersama Mitsotakis, seperti dikutip AFP, Selasa (14/5/2024).

Baca Juga: Erdogan: Netanyahu Membuat Hitler Iri dengan Genosidanya di Gaza

“Kami telah membuka masjid Kariye untuk ibadah dan kunjungan setelah pekerjaan restorasi yang melelahkan.”

Mitsotakis telah mengajukan protes atas konversi Holy Saviour di Chora, yang dihiasi dengan lukisan dinding Last Judgement (Penghakiman Terakhir) abad ke-14 yang masih dihormati oleh umat Kristen.

Dia mengeluh kepada Erdogan tentang langkah terbaru tersebut.

“Saya berdiskusi dengan Erdogan tentang konversi....Saya menyatakan ketidakpuasan saya kepadanya,” kata perdana menteri Yunani setelah bertemu dengan pemimpin Turki.

“Sangat penting untuk melestarikan nilai budaya unik dari monumen yang terdaftar sebagai warisan dunia UNESCO ini, agar tetap dapat diakses oleh semua pengunjung.”

Gereja Jadi Masjid


Gereja Chora diubah menjadi Masjid Kariye setengah abad setelah penaklukan Konstantinopel pada tahun 1453 oleh Turki Ottoman.

Sebelumnya, gereja itu diubah menjadi Museum Kariye setelah Perang Dunia II, ketika Turki berusaha menciptakan republik yang lebih sekuler dari abu Kesultanan Ottoman.

Erdogan pada tahun 2020 memerintahkan bangunan tersebut diubah menjadi tempat ibadah umat Islam.

Perintah tersebut dikeluarkan menyusul keputusan kontroversial serupa mengenai Katedral Hagia Sophia yang dilindungi UNESCO di Istanbul.

Pada saat Masjid Kariye dibuka kembali pada tanggal 6 Mei, Kementerian Luar Negeri Yunani menyebut tindakan tersebut sebagai “provokasi”.

Erdogan mengatakan pada hari Senin bahwa dia “sangat mementingkan” untuk “melindungi monumen apa pun yang merupakan warisan budaya UNESCO dan membuatnya dapat diakses demi kepentingan bangsa kita dan seluruh umat manusia.”

Konversi tersebut dipandang sebagai bagian dari upaya Erdogan untuk menggalang pendukungnya yang lebih konservatif dan nasionalis. Partai AKP yang dipimpin Erdogan mempunyai akar Islam.

Sasaran Perdagangan


Meskipun ada perbedaan pendapat, kedua pemimpin mengatakan mereka berupaya menormalisasi hubungan setelah ketegangan selama beberapa dekade.

Erdogan menyebutnya sebagai “pertemuan yang sangat produktif, jujur, dan konstruktif”.

“Kami berpendapat bahwa memperkuat semangat kerja sama antara Turki dan Yunani akan bermanfaat bagi kedua negara dan kawasan,” kata Erdogan.

Dia mengatakan kedua belah pihak telah sepakat untuk meningkatkan perdagangan bilateral mereka dari USD6 miliar menjadi USD10 miliar.

“Kami telah menunjukkan bahwa, selain perbedaan pendapat yang ada, kami dapat membuka lembaran baru,” kata Mitsotakis.

“Kami ingin mengintensifkan kontak bilateral kami. Kami terus berada di jalur yang positif.”

Kedua negara menandatangani perjanjian kerja sama di bidang bencana dan manajemen darurat, menyusul gempa bumi dahsyat di Turki pada bulan Februari dan kebakaran hutan di Yunani tahun lalu.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
Sinifikasi Agama di...
Sinifikasi Agama di China Menguat, Gereja Katolik Patriotik Jadi Sorotan
Kementerian HAM Kawal...
Kementerian HAM Kawal Penyelesaian Persoalan Tempat Ibadah Jemaat POUK Tesalonika Teluknaga
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Trump Segera Gunakan...
Trump Segera Gunakan Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar, Tiba di Lanud Andrews
Rekomendasi
Saleh Husin, Retno Marsudi,...
Saleh Husin, Retno Marsudi, Triawan Munaf, Tantowi Yahya, hingga Mari Pangestu Latihan Menuju UI Green Marathon
Malam Ini Roy Suryo...
Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya, Besok Dilimpahkan ke Jaksa
Profil Eloy Room, Kiper...
Profil Eloy Room, Kiper Moncer Timnas Curacao yang Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Infografis
3 Alasan Rusia Bisa...
3 Alasan Rusia Bisa Ubah Prancis Menjadi Chernobyl Raksasa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved