Bikin Hoax Melania Trump,Media Inggris Minta Maaf dan Bayar Ganti Rugi

Minggu, 27 Januari 2019 - 08:52 WIB
Bikin Hoax Melania Trump,Media...
Bikin Hoax Melania Trump,Media Inggris Minta Maaf dan Bayar Ganti Rugi
A A A
WASHINGTON - Surat kabar Inggris , Daily Telegraph, meminta maaf kepada First Lady Amerika Serikat (AS) Melania Trump karena telah menerbitkan pernyataan palsu tentang keluarga dan karir modelingnya. Daily Telegraph juga setuju untuk membayar "kerusakan substansial" atas terbitnya artikel tersebut.

"Kami meminta maaf tanpa pamrih kepada Ibu Negara dan keluarganya atas segala rasa malu yang disebabkan oleh publikasi kami atas tuduhan ini," tulis surat kabar itu.

"Sebagai tanda penyesalan kami, kami telah sepakat untuk membayar kerugian substansial pada Mrs. Trump serta biaya hukumnya," sambung pernyataan itu seperti disitir dari USA Today, Minggu (27/1/2019).

Klaim itu muncul minggu lalu di sebuah sampul depan di majalah Saturday Magazine yang berjudul "The Mystery of Melania."

Surat kabar konservatif Inggris itu mengatakan artikel tersebut seharusnya tidak membuat klaim bahwa Melania Trump sedang berjuang dalam karir modeling-nya sebelum dia bertemu dengan Donald Trump atau bahwa dia menjadi sukses dalam karir karena bantuan sang suami.

"Kami menerima bahwa Ny. Trump adalah model profesional yang sukses dalam haknya sendiri sebelum ia bertemu dengan suaminya dan mendapatkan pekerjaan modeling sendiri tanpa bantuannya," kata Daily Telegraph.

Surat kabar itu juga mengatakan bahwa Melania tidak meninggalkan mata kuliah desain dan arsitekturnya di universitas karena ada hubungan dengan menyelesaikan ujiannya, seperti yang dituduhkan dalam artikel itu, melainkan karena dia ingin mengejar karir yang sukses sebagai model profesional.

Permintaan maaf itu juga menyatakan bahwa calon ibu negara itu bertemu dengan Donald Trump pada tahun 1998, bukan pada tahun 1996, seperti yang telah dipublikasikan, dan juga secara keliru menyatakan bahwa ibu, ayah dan saudara perempuannya pindah ke New York pada tahun 2005 untuk tinggal di gedung-gedung yang dimiliki oleh Trump.

"Mereka tidak melakukannya," tegas surat kabar itu.

Telegraph juga membersihkan beberapa poin tambahan seperti Ayah Melania bukan orang yang menakutkan dan tidak bisa mengendalikan keluarga. Poin lainnya adalah klaim bahwa Melania menangis pada malam pemilu juga sebuah kesalahan.
(ian)
Berita Terkait
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Lima Mata akan Buta...
Lima Mata akan Buta Tanpa Dukungan Amerika Serikat
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Donald Trump Tinggalkan...
Donald Trump Tinggalkan Gedung Putih
Berita Terkini
Siapa Adam Hamawy? Dokter...
Siapa Adam Hamawy? Dokter Bedah AS yang Pernah Bertugas di Gaza dan Terpiih sebagai Anggota Kongres
1 jam yang lalu
Siapa Bill Pulte? Direktur...
Siapa Bill Pulte? Direktur Intelijen Nasional AS yang Tak Pernah Jadi Agen Rahasia
2 jam yang lalu
7 Senjata yang Mengubah...
7 Senjata yang Mengubah Dunia pada Perang Dunia II, dari Supersonik hingga Bom Nuklir
4 jam yang lalu
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian AS dan Iran Tak Mungkin Terjadi, Teheran Akan Memiliki Senjata Nuklir
5 jam yang lalu
IRGC: Serangan Balasan...
IRGC: Serangan Balasan ke Kuwait dan Bahrain Harus Jadi Pelajaran bagi AS
8 jam yang lalu
Iran Klaim Belum Gunakan...
Iran Klaim Belum Gunakan Semua Senjata Andalannya
9 jam yang lalu
Infografis
AS Bombardir ISIS, Trump:...
AS Bombardir ISIS, Trump: Kami akan Temukan dan Membunuhmu!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved