Pengadilan PBB: Terdakwa Pembunuhan Rafik Al-Hariri Anggota Hizbullah

Selasa, 18 Agustus 2020 - 21:28 WIB
loading...
A A A
Pembunuhan Hariri menjerumuskan Lebanon ke dalam krisis terburuknya sejak perang saudara, yang menyebabkan konfrontasi selama bertahun-tahun antara kekuatan politik yang bersaing.

Bahkan sebelum hakim mulai membaca putusan, harian Lebanon an-Nahar memuat tajuk utama: 'Keadilan Internasional Mengalahkan Intimidasi'.

Harian tersebut menerbitkan karikatur wajah Hariri yang melihat awan jamur di atas kota yang hancur, dengan judul: "Semoga Anda juga (mendapatkan keadilan)", merujuk pada penyelidikan yang dapat mengungkap penyebab ledakan tersebut.

Pemimpin Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah mengatakan pada hari Jumat bahwa dia tidak peduli dengan persidangan dan jika ada anggota kelompok itu yang dihukum, itu akan mendukung ketidakbersalahan mereka.(Baca: Buntut Ledakan Beirut, Hizbullah Ancam Serang Israel )

Stasiun TV Al Manar milik Hizbullah dan saluran pro-Damaskus Al Mayadeen tidak meliput persidangan tersebut, yang disiarkan langsung oleh stasiun lain di Lebanon.

Pemandu wisata Beirut Nada Nammour (54) berbicara sebelum pembacaan putusan dimulai, mengatakan pemboman tahun 2005 adalah kejahatan yang harus dihukum.

"Lebanon perlu melihat hukum dan keadilan," ujarnya.

Putusan di Den Haag dapat semakin mempolarisasi negara yang terpecah dan memperumit situasi yang kacau setelah ledakan 4 Agustus di pelabuhan Beirut, di mana pihak berwenang mengatakan amonium nitrat disimpan dengan tidak aman. Hal ini memicu kemarahan publik dan menyebabkan pengunduran diri pemerintah.(Baca: PM Lebanon Sebut 2.750 Ton Amonium Nitrat Penyebab Ledakan Beirut )

Pembunuhan Hariri menyingkirkan seorang pemimpin Sunni yang kuat dan memungkinkan ekspansi politik lebih lanjut dari kekuasaan Syiah yang dipimpin oleh Hizbullah dan sekutunya di Lebanon.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
Pejuang Hizbullah Sergap...
Pejuang Hizbullah Sergap Pasukan Israel di Lebanon
Israel Serang Kota di...
Israel Serang Kota di Lebanon yang Namanya Disebut dalam Alkitab
Hizbullah Puji Aksi...
Hizbullah Puji Aksi Iran dan Houthi Hadapi Israel untuk Bela Rakyat Lebanon
Lebanon Jadi Titik Krisis...
Lebanon Jadi Titik Krisis bagi Gencatan Senjata Perang Iran, Ini 4 Alasannya
IRGC: Rudal-rudal Balistik...
IRGC: Rudal-rudal Balistik Iran Gempur Pangkalan Udara Ramat David Israel
WSIS Prizes 2026 PBB:...
WSIS Prizes 2026 PBB: Dua Program Digitalisasi Kemendikdasmen Diakui Dunia
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan MoU Damai dengan AS, Iran: Kita Siapkan Semua Skenario
Rekomendasi
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
Piala Dunia 2026: FIFA...
Piala Dunia 2026: FIFA Diam-Diam Ubah Ritual VAR
Miris, Lagu Kebangsaan...
Miris, Lagu Kebangsaan Iran Dicemooh di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Kesepakatan Damai AS...
Kesepakatan Damai AS dan Iran Simbol Kekalahan Fatal PM Netanyahu, Ini 3 Alasannya
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
4 Keuntungan Besar Iran...
4 Keuntungan Besar Iran dalam Perjanjian Damai dengan AS, dari Kompensasi hingga Program Nuklir
Infografis
Keringanan PBB-P2 DKI...
Keringanan PBB-P2 DKI Jakarta 2026 Berlaku Bertahap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved