Menegangkan, Jet Tempur China Jatuhkan Suar di Dekat Helikopter Militer Australia

Selasa, 07 Mei 2024 - 08:10 WIB
loading...
Menegangkan, Jet Tempur...
Jet tempur China jatuhkan suar di dekat helikopter militer Australia di perairan internasional di Laut Kuning. Canberra memprotes Beijing atas insiden berbahaya ini. Foto/LSIS Matthew Lyall/Commonwealth of Australia/Kementerian Pertahanan Australia
A A A
CANBERRA - Canberra mengungkap insiden menegangkan di mana jet tempur China menjatuhkan suar di dekat helikopter militer Australia yang sedang menjalankan misi PBB di perairan internasional di Laut Kuning.

Insiden itu terjadi pada Sabtu malam lalu. Beruntung, pilot helikopter Australia berhasil mengelak dan semua awak selamat.

Canberra mengakukan protes keras kepada Beijing atas insiden berbahaya tersebut.

Menteri Pertahanan Australia Richard Marles mencap tindakan jet tempur China tidak dapat diterima.

Baca Juga: China Uji Kapal Induk Tercanggih Fujian, Tandingan USS Gerald R Ford Amerika

Menurut Marles, pilot helikopter harus mengambil tindakan mengelak agar tidak terkena suar.

“Konsekuensi terkena suar akan sangat signifikan,” kata Marles, seperti dikutip The Guardian, Selasa (7/5/2024).

“Yang penting, helikopter tidak terpengaruh dan semua awak selamat," lanjut dia.

“Ini adalah insiden yang sangat serius. Itu tidak aman dan sama sekali tidak bisa diterima," imbuh Marles.

Konfrontasi tersebut, yang pertama kali dilaporkan oleh Nine News pada Senin malam, terjadi sekitar pukul 19.30 pada hari Sabtu pekan lalu.

Tidak ada korban luka yang dilaporkan. Pemerintah Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengecam insiden tersebut dengan cara yang sama seperti ketika mereka menuduh sebuah kapal Angkatan Laut China menargetkan penyelam Australia dengan gelombang sonar pada akhir tahun lalu.

Sumber pertahanan Canberra mengatakan kapal perusak Australia; HMAS Hobart, berada di perairan internasional di Laut Kuning, yang terletak di antara pantai timur China dan pantai barat Korea Selatan. Kapal tersebut berpartisipasi dalam Operasi Argos PBB, yang menerapkan sanksi internasional terhadap Korea Utara.

Sebuah helikopter Seahawk Angkatan Laut, yang ditugaskan di HMAS Hobart, sedang melakukan apa yang digambarkan sebagai penerbangan rutin ketika dilaporkan telah dicegat oleh jet tempur J-10 China.

Marles menuduh jet tempur tersebut menjatuhkan suar di depan helikopter, pada jarak 300 meter di depan dan 60 meter di atas helikopter Australia. Dia mengatakan pilot Australia harus mengambil tindakan mengelak untuk menghindari kobaran api.

Pernyataan Departemen Pertahanan Australia mengatakan jet tempur China melepaskan suar di sepanjang jalur penerbangan helikopter Pasukan Pertahanan Australia (ADF). "Ini adalah manuver tidak aman yang menimbulkan risiko bagi pesawat dan personelnya," kata departemen tersebut.

Pada hari ini, PM Albanese mengatakan personel pertahanan Australia berada di wilayah udara internasional melakukan pekerjaan penting dalam menegakkan sanksi PBB terhadap Korea Utara.

Albanese mengatakan kepada Channel Nine bahwa masyarakat Australia mengharapkan penjelasan dan dia mengulangi komentar Marles bahwa tindakan jet tempur China tidak profesional dan sama sekali tidak dapat diterima.

Pemerintah maupun militer China belum berkomentar atas insiden penjatuhan suar tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 920 Orang Tewas, Hampir 50 Ribu Masih Hilang
Paris Melarang Warganya...
Paris Melarang Warganya Minum Alkohol di Tempat Umum Mulai Hari Ini
Rekomendasi
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
HUT ke-499, Pramono-Rano...
HUT ke-499, Pramono-Rano Resmi Luncurkan Logo 5 Abad Jakarta
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
Berita Terkini
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap AS dan Iran Masih Berusaha Raih Klaim Kemenangan
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved