Nilai Dolar AS Melonjak, Yuan Kehilangan Kilaunya di Kalangan Eksportir China

Jum'at, 03 Mei 2024 - 14:27 WIB
loading...
A A A
Lembaga think tank yang berbasis di Beijing, National Institute for Finance and Development (NIFD), telah menampilkan laporan yang menunjukkan lemahnya permintaan domestik di China. Laporan tersebut menyoroti buruknya kondisi real estate di China, yang dirusak rancangan skema perumahan yang tidak tepat dan harga properti yang mahal sehingga merugikan pembeli lokal, yang kini lebih memilih untuk berinvestasi di luar negeri.

"Perilaku mendiversifikasi investasi secara global untuk melindungi risiko domestik secara alami akan menyebabkan arus keluar modal jangka pendek secara besar-besaran (dari China) dan meningkatkan tekanan pada yuan untuk terdepresiasi terhadap dolar AS," kata lembaga think tank tersebut dalam laporannya.

Namun tidak ada kelonggaran bagi yuan sampai Federal Reserve AS mempertimbangkan penurunan suku bunga yang mengakibatkan melemahnya dominasi dolar AS. Bank investasi Prancis Natixis menyatakan: "Kenyataannya adalah, bahkan dengan penurunan harga ekspor, China belum berhasil meningkatkan ekspor hingga saat ini, sehingga menimbulkan tanda tanya besar apakah negara-negara lain akan bersedia menyerap tambahan kapasitas produksi China."

Data lain dari People’s Bank of China (PBOC) menunjukkan simpanan valuta asing telah meningkat USD53,7 miliar sejak September 2023 menjadi USD832,6 miliar. Meski pemerintah setempat tidak menunjukkan kekhawatiran apa pun, bank-bank pemerintah, yang merupakan afiliasi dari Bank Rakyat China (PBOC), telah membeli yuan untuk menyeimbangkan keadaan.

Badan-badan lokal merasa bahwa yuan masih bisa mengatasi rintangan karena beberapa mitra dagangnya, terutama Jepang yang mata uang yen-nya turun 9 persen tahun ini, tenggelam dengan kecepatan yang jauh lebih cepat. Eksportir China juga berharap bahwa harga barang yang lebih rendah dapat menarik kesepakatan bisnis yang lebih baik.

Namun pertanyaannya tetap—apakah ini merupakan pilihan berkelanjutan dalam jangka panjang? Selain itu, kondisi ini juga dapat semakin memicu ketegangan perdagangan bagi para eksportir China.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
Iran Murka AS Serang...
Iran Murka AS Serang Wilayah dan Infrastruktur Sipil, Ini Daftarnya
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Secret Service hingga...
Secret Service hingga FBI Dilibatkan Uji Keaslian Dolar Sitaan Kasus Febrie Adriansyah, Ini Alasannya
Trump Tuduh China Akses...
Trump Tuduh China Akses Ilegal Data Pemilih AS
Ganas! Iran Gempur Markas...
Ganas! Iran Gempur Markas Komando AS di Suriah, Klaim Bunuh Tentara dan Hancurkan Heli
Rekomendasi
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
Bring Back My Heart...
Bring Back My Heart Jadi Pilihan Microdrama Romantis yang Seru di V+Short
Berita Terkini
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
Yaman Memanas, Houthi...
Yaman Memanas, Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak di Arab Saudi
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved