Demi Bela Israel, DPR Amerika Sangkal Sejarah Orang Yahudi Membunuh Yesus
Jum'at, 03 Mei 2024 - 09:05 WIB
loading...
A
A
A
Disetujui oleh 320 suara berbanding 91 pada hari Rabu, dengan 21 anggota Partai Republik dan 70 anggota Partai Demokrat menentang, RUU tersebut akan mengharuskan Departemen Pendidikan AS untuk mengadopsi definisi luas tentang anti-Semitisme yang digunakan oleh International Holocaust Remembrance Alliance (IHRA)—yang menggambarkan fenomena tersebut sebagai persepsi tertentu terhadap orang Yahudi, yang dapat dinyatakan sebagai kebencian terhadap orang Yahudi.
Taylor Greene termasuk di antara anggota Parlemen yang menentang RUU tersebut.
“Antisemitisme itu salah,” tulisnya di X, yang dikutip Russia Today, Jumat (3/5/2024). "Tetapi tidak akan mendukung undang-undang yang dapat menghukum orang Kristen atas anti-semitisme karena mempercayai Injil yang mengatakan bahwa Yesus diserahkan kepada Herodes untuk disalib oleh orang Yahudi."
Tindakan anti-Semit lainnya yang disebutkan dalam RUU tersebut termasuk menuduh warga Yahudi lebih setia kepada Israel daripada kepentingan negara mereka sendiri, membuat tuduhan tentang konspirasi Yahudi di dunia dan atau orang-orang Yahudi yang mengendalikan media, ekonomi, pemerintah, serta membandingkan kebijakan Israel saat ini dengan kebijakan Nazi.
Sejak pertengahan April, para mahasiswa telah mendirikan kamp protes di lebih dari 40 perguruan tinggi di seluruh Amerika, menuntut penghentian kekerasan di Gaza dan diakhirinya dukungan Washington terhadap Israel.
Taylor Greene termasuk di antara anggota Parlemen yang menentang RUU tersebut.
“Antisemitisme itu salah,” tulisnya di X, yang dikutip Russia Today, Jumat (3/5/2024). "Tetapi tidak akan mendukung undang-undang yang dapat menghukum orang Kristen atas anti-semitisme karena mempercayai Injil yang mengatakan bahwa Yesus diserahkan kepada Herodes untuk disalib oleh orang Yahudi."
Tindakan anti-Semit lainnya yang disebutkan dalam RUU tersebut termasuk menuduh warga Yahudi lebih setia kepada Israel daripada kepentingan negara mereka sendiri, membuat tuduhan tentang konspirasi Yahudi di dunia dan atau orang-orang Yahudi yang mengendalikan media, ekonomi, pemerintah, serta membandingkan kebijakan Israel saat ini dengan kebijakan Nazi.
Sejak pertengahan April, para mahasiswa telah mendirikan kamp protes di lebih dari 40 perguruan tinggi di seluruh Amerika, menuntut penghentian kekerasan di Gaza dan diakhirinya dukungan Washington terhadap Israel.
Lihat Juga :