Kelompok Bersenjata Bunuh 4 Relawan Penjaga Sekolah di Thailand

Jum'at, 11 Januari 2019 - 08:52 WIB
Kelompok Bersenjata...
Kelompok Bersenjata Bunuh 4 Relawan Penjaga Sekolah di Thailand
A A A
HAT YAI - Sejumlah pria bersenjata menyamar sebagai petugas keamanan negara dan menembak mati empat relawan paramiliter yang menjaga sebuah sekolah di Thailand selatan yang dilanda pemberontakan.

"Para pelaku mendekati relawan pertahanan teritorial bersenjata di sebuah sekolah di provinsi Pattani dan tidak lama menembak mati mereka," kata petugas polisi setempat, Letkol Polisi Wicha Nupannoi, seperti dikutip dari The Washington Post, Jumat (11/1/2019).

Para pelaku kemudian merampas empat senapan serbu HK33 dari korban mereka sebelum melarikan diri, menyebarkan paku dan bahan lainnya di jalan untuk memperlambat pengejaran.

Tiga provinsi yang paling dominan beragama Buddha di Thailand selatan, Pattani, Yala dan Narathiwat telah diganggu oleh pemberontakan separatis Muslim yang telah merenggut nyawa sekitar 7.000 orang sejak 2004, menurut kelompok riset Deep South Watch, yang memantau wilayah tersebut.

Pada hari Selasa, sebuah bom di luar sebuah sekolah dan sebuah bom mobil di tempat lain meledak di provinsi Songkhla di dekatnya, melukai seorang siswa berusia 12 tahun, seorang penjaga keamanan untuk para guru dan seorang petugas medis kepolisian. Berbagai serangan serupa terjadi pada minggu terakhir bulan Desember. Beberapa lokasi di Songkhla menjadi target, yang sebelumnya sebagian besar telah terhindar dari kekerasan.

"Para pemberontak menganggap pejabat sekolah sebagai simbol dari pendudukan negara Buddha Thailand di wilayah Muslim Melayu," kata Human Rights Watch dalam sebuah pernyataan.

“Mereka sering menargetkan personel keamanan yang ditugaskan untuk memberikan jalan masuk yang aman bagi siswa dan guru ke dan dari sekolah, atau melindungi lahan sekolah,” sambungnya.

Serangan itu terjadi selama upaya untuk merevitalisasi pembicaraan damai antara pemerintah Thailand dan beberapa kelompok pemberontak. Para pengamat mengatakan kelompok yang paling militan, Barisan Revolusi Nasional (BRN), tidak ambil bagian dalam pembicaraan itu.

Menteri Pertahanan Thailand Prawit Wongsuwan menyalahkan BRN atas pemboman hari Selasa. Dia mengatakan pihak berwenang harus meningkatkan upaya untuk mencegah serangan.

Human Rights Watch juga menyalahkan kekerasan yang berkelanjutan di kawasan itu pada BRN.

"Gerilyawan menyerang sekolah dan klinik medis untuk melukai dan menakuti warga sipil Budha, mengendalikan populasi Muslim, dan mendiskreditkan otoritas Thailand," kata Brad Adams, direktur Asia Human Rights Watch, dalam pernyataan itu.

"Apa pun alasannya, menargetkan warga sipil secara moral tidak dapat dipertahankan dan kejahatan perang," tegasnya.
(ian)
Berita Terkait
Siapa Sirikit? Ibu Suri...
Siapa Sirikit? Ibu Suri Thailand yang Bergaya Hidup Glamor dan Dipuja Rakyatnya
Bagaimana Thailand Menjadi...
Bagaimana Thailand Menjadi Negara Sakit di Asia?
Pendukung Raja Thailand...
Pendukung Raja Thailand Tolak Reformasi Konstitusi
Experience Thailand...
Experience Thailand 2026 Jadi Ajang Promosi Produk Thailand di Tengah Ketatnya Pasar Impor Indonesia
Bentrok Terparah Pecah...
Bentrok Terparah Pecah di Thailand, Lebih dari 41 Demonstran Terluka
Lagu Mother of the Land...
Lagu Mother of the Land dan The Delicate Hand Didedikasikan untuk Mendiang Ratu Sirikit
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
5 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
9 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
10 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
11 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
12 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
13 jam yang lalu
Infografis
Tahapan Penerimaan Sekolah...
Tahapan Penerimaan Sekolah Kedinasan 2026, Lulus Bisa Jadi Calon PNS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved