AS Kembali Sanksi Rusia atas Perang Ukraina, China Ikut-ikutan Kena

Kamis, 02 Mei 2024 - 10:38 WIB
loading...
A A A
“Tindakan hari ini akan semakin mengganggu dan menurunkan upaya perang Rusia dengan mengejar pangkalan industri militernya dan jaringan penghindaran yang membantu memasoknya," lanjut Yellen.

Gelombang sanksi terbaru terjadi seminggu setelah Presiden AS Joe Biden menandatangani rancangan undang-undang yang lama tertunda untuk menyediakan pendanaan baru bagi Ukraina ketika militer Kyiv berjuang untuk menahan kemajuan perang Rusia.

“Bahkan ketika kita memberikan dampak buruk pada mesin perang Rusia, Suplemental Keamanan Nasional yang baru-baru ini disahkan oleh Presiden (Joe) Biden memberikan dukungan militer, ekonomi, dan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan untuk meningkatkan perlawanan berani Ukraina,” kata Yellen.

“Jika digabungkan, dukungan kami terhadap Ukraina dan serangan tanpa henti terhadap kapasitas militer Rusia memberikan Ukraina keunggulan penting di medan perang," paparnya.

Sebagai bagian dari tindakan tersebut, Departemen Luar Negeri AS memasukkan individu dan perusahaan tambahan yang terlibat dalam sektor energi, pertambangan, dan logam Moskow ke dalam daftar hitam.

Sanksi tersebut juga menargetkan individu yang terkait dengan kematian pemimpin oposisi Rusia Aleksey Navalny yang meninggal di penjara Siberia pada bulan Februari, imbuh pernyataan Yellen.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Peringatkan Negara-negara...
Iran Peringatkan Negara-negara Penampung Pasukan AS Bersiap Hadapi Respons Setara
Tentara AS Terluka dalam...
Tentara AS Terluka dalam Serangan Iran di Yordania, Pentagon Belum Mengakui
Iran Ungkap Rudalnya...
Iran Ungkap Rudalnya Berhasil Hantam Jet Tempur AS di Yordania
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Sampaikan Belasungkawa,...
Sampaikan Belasungkawa, Menlu RI Tekankan Peran Sheikh Hamad bagi Persahabatan Indonesia-Qatar
Bak Film Twilight Saga,...
Bak Film Twilight Saga, Ini Penyebab Langit Kanada Berubah Jadi Oranye
Rekomendasi
Mengenal Slavko Vincic,...
Mengenal Slavko Vincic, Wasit Final Piala Dunia 2026 yang Pelit Kartu
Gelar Sekolah Politik,...
Gelar Sekolah Politik, Partai Perindo Perkuat Fondasi Kaderisasi Menuju Pemilu di Kabupaten Bogor
Mendorong Penerapan...
Mendorong Penerapan Ekonomi Sirkular di Industri Sawit
Berita Terkini
PM Irak Pernah Ditawari...
PM Irak Pernah Ditawari Suap Rp3,5 Triliun, tapi Justru Bentuk Badan Pemberantasan Korupsi
Setelah 4 Bulan Tenang...
Setelah 4 Bulan Tenang dan Nyaman, Arab Saudi Kembali Dibombardir Iran
Iran Peringatkan Negara-negara...
Iran Peringatkan Negara-negara Penampung Pasukan AS Bersiap Hadapi Respons Setara
Tentara AS Terluka dalam...
Tentara AS Terluka dalam Serangan Iran di Yordania, Pentagon Belum Mengakui
Memanas, Iran Ancam...
Memanas, Iran Ancam Minta Houthi Blokir Selat Bab al-Mandeb, Perdagangan Global Kian Tercekik
Drone Israel Serang...
Drone Israel Serang Acara Pemakaman di Gaza Tengah, 8 Orang Tewas, 20 Warga Terluka
Infografis
AS Mulai Bagikan Info...
AS Mulai Bagikan Info Intel Ruang Angkasa Sensitif China-Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved