Kamp Tenda Baru Pro-Palestina Muncul di Universitas North Carolina dan Arizona State University
Sabtu, 27 April 2024 - 11:30 WIB
loading...
A
A
A
“Satu, dua, tiga, empat, tidak ada lagi pekerjaan. Lima, enam, tujuh, delapan, Israel adalah negara Apartheid. Satu, dua tiga, empat, kami tidak ingin perang kotor Anda. Lima, enam, tujuh, delapan, Israel adalah negara teroris,” tegas mereka.
Setidaknya beberapa orang ditahan, namun jumlah total penangkapan belum diketahui secara pasti.
Baca juga: Protes Mahasiswa Pro-Palestina di Washington Terus Berlanjut Meski Ditekan Pemerintah
Pada jarak ribuan kilometer jauhnya, para mahasiswa lainnya mendirikan kamp tenda di kampus Chapel Hill Universitas North Carolina (UNC).
Lebih dari selusin tenda didirikan di halaman kampus, menurut surat kabar yang dikelola mahasiswa Daily Tar Heel.
Cabang Mahasiswa untuk Keadilan di Palestina (SJP) UNC mengatakan dalam pernyataan yang dimuat surat kabar tersebut bahwa para demonstran membentuk kamp karena para administrator, selama berbulan-bulan, mengabaikan permintaan mereka agar “membahas tuntutan masyarakat untuk mengungkapkan investasi UNC dan menuntut divestasi” dari perusahaan-perusahaan yang mendapat keuntungan dari Apartheid Israel dan genosida yang sedang berlangsung di Gaza.”
Setidaknya beberapa orang ditahan, namun jumlah total penangkapan belum diketahui secara pasti.
Baca juga: Protes Mahasiswa Pro-Palestina di Washington Terus Berlanjut Meski Ditekan Pemerintah
Pada jarak ribuan kilometer jauhnya, para mahasiswa lainnya mendirikan kamp tenda di kampus Chapel Hill Universitas North Carolina (UNC).
Lebih dari selusin tenda didirikan di halaman kampus, menurut surat kabar yang dikelola mahasiswa Daily Tar Heel.
Cabang Mahasiswa untuk Keadilan di Palestina (SJP) UNC mengatakan dalam pernyataan yang dimuat surat kabar tersebut bahwa para demonstran membentuk kamp karena para administrator, selama berbulan-bulan, mengabaikan permintaan mereka agar “membahas tuntutan masyarakat untuk mengungkapkan investasi UNC dan menuntut divestasi” dari perusahaan-perusahaan yang mendapat keuntungan dari Apartheid Israel dan genosida yang sedang berlangsung di Gaza.”
Lihat Juga :