Kapal Induk China Mulai Lakukan Uji Coba Penerbangan

Jum'at, 28 Desember 2018 - 10:21 WIB
Kapal Induk China Mulai...
Kapal Induk China Mulai Lakukan Uji Coba Penerbangan
A A A
BEIJING - Kapal induk pertama China yang dibuat dalam negeri, Tipe 001A, dilaporkan telah memulai uji coba laut keempatnya sebelum komisioning yang diperkirakan akan dilakukan pada bulan April. Uji coba ini akan menguji sistem penerbangan untuk pertama kalinya.

Sementara tidak ada pengumuman resmi terkait uji coba tersebut, sebuah pernyataan oleh Administrasi Keselamatan Maritim China mencatat bahwa Selat Bohai dan bagian dari Laut Kuning telah ditutup untuk lalu lintas laut antara 28 Desember dan 4 Januari. Pada saat yang sama, beberapa foto dan video menunjukkan kapal seberat 70 ribu ton dan panjang 1.033 kaki tengah menuju laut dari pelabuhan Dalian pada Kamis kemarin.

"Selama uji coba laut ini, divisi penerbangan kapal induk akan dikoordinasikan untuk pertama kalinya," ujar Wang Yunfei, seorang pakar angkatan laut dan pensiunan perwira Angkatan Laut China, seperti dikutip Sputnik dari Global Times terkait uji coba tersebut, Jumat (28/12/2018).

Ia mencatat bahwa kapal itu juga akan melakukan tes pada radar, komunikasi, sistem kontrol lalu lintas udara, bersama dengan lepas landas dan peralatan pendaratannya.

Sementara itu, South China Morning Post (SCMP) mereferensikan foto-foto online pada Kamis kemarin menunjukkan tiga deflektor ledakan di dek penerbangan kapal induk Tipe 001A China, lebih jauh mengindikasikan kemungkinan operasi penerbangan. Perangkat ini digunakan untuk menangkis knalpot jet untuk menghindari cedera, kerusakan, dan kekacauan.

Pesawat tempur udara kapal induk itu terdiri dari Shenyang J-15, "sepupu" Sukhoi Su-33 yang dirancang dan dibangun oleh China untuk keperluannya sendiri. Seperti Su-33, J-15 dibangun untuk keperluan kapal induk. Tipe 001A juga membawa banyak helikopter.

Meskipun Tipe 001A adalah kapal rancangan dalam negeri, dasar rancangan dari kapal ini adalah kapal induk Angkatan Laut China, Liaoning, yang dibangun oleh Uni Soviet sebagai kapal induk kelas-Kuznetsov, Varyag. Ukraina kemudian menjual kapal yang belum selesai ini ke Beijing, yang merakitnya kembali untuk pengujian dan studi. Tipe 001A, kapal induk layanan penuh, adalah buah utama dari upaya itu.

Seperti Liaoning, Tipe 001A memanfaatkan lompatan ski untuk meluncurkan pesawat dari dek penerbangannya, yang bertentangan dengan metode ketapel uap yang disukai oleh kapal induk Amerika Serikat. Jika terisi penuh, kapal induk ini dapat membawa 32 J-15, delapan lebih banyak dari Liaoning. Namun, radar dan sistem jembatan kapal yang baru jauh lebih maju.

Wei Dongxu, seorang analis militer yang berbasis di Beijing, mengatakan kepada Global Times bahwa sementara uji penerbangan Tipe 001A harus mudah karena kesamaan kapal dengan Liaoning, para kru kemungkinan akan menggunakan model pesawat ukuran penuh saat menguji pemuatan dan pemeliharaan peralatan dan bukan J-15 asli, yang China sendiri bahkan tidak punya cukup banyak untuk mengisi hanggar kedua kapal induk tersebut.

Kapal induk itu telah melakukan tiga kali uji coba laut di bulan Mei, Agustus dan Oktober. Para ahli memperkirakan kapal induk itu akan mulai digunakan tepat pada waktunya untuk peringatan ke-70 dari pendirian angkatan laut China pada bulan Mei mendatang, seperti dilaporkan SMCP.
(ian)
Berita Terkait
Heboh! China Simulasikan...
Heboh! China Simulasikan Penyerangan ke Taiwan Lewat Medsos
Petugas Nakes di China...
Petugas Nakes di China Dilempari Warga
88 WNA China Sindikat...
88 WNA China Sindikat Server Judi dan Pemerasan Online Ditangkap di Batam
Panggung Spektakuler...
Panggung Spektakuler Perayaan 100 Tahun Partai Komunis China
Tsai Tsung-lin Keliling...
Tsai Tsung-lin Keliling Taiwan Serukan Pesan Siap Perang !
Ribuan Penumpang Padati...
Ribuan Penumpang Padati Stasiun Kereta Hongqiao China pada Perayaan Chunyun
Berita Terkini
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
1 jam yang lalu
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
1 jam yang lalu
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
1 jam yang lalu
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
2 jam yang lalu
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
2 jam yang lalu
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
3 jam yang lalu
Infografis
AS Mulai Bagikan Info...
AS Mulai Bagikan Info Intel Ruang Angkasa Sensitif China-Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved