Ukraina Tarik Tank Abrams AS, Kapok Jadi Mangsa Drone Murahan Rusia

Jum'at, 26 April 2024 - 14:45 WIB
loading...
A A A
Setelah mengumumkan akan memberikan tank Abrams kepada Ukraina pada Januari 2023, AS mulai melatih warga Ukraina di pangkalan Angkatan Darat Grafenwoehr di Jerman tentang cara memelihara dan mengoperasikannya.

Mereka juga mengajari Ukraina cara menggunakannya dalam peperangan senjata gabungan—di mana tank beroperasi sebagai bagian dari sistem pasukan lapis baja yang bergerak maju, mengoordinasikan gerakan dengan tembakan ofensif dari atas, pasukan infanteri, dan aset udara.

Ketika musim semi berlangsung dan serangan balasan Ukraina yang sangat dinantikan terhenti, peralihan dari pelatihan tank di Jerman ke menempatkan tank Abrams di medan perang dipandang sebagai suatu keharusan untuk menembus garis pertahanan Rusia.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengumumkan di saluran Telegramnya pada bulan September bahwa tank Abrams telah tiba di Ukraina.

Namun sejak saat itu, Ukraina hanya menggunakan senjata tersebut secara terbatas dan tidak menjadikan perang senjata gabungan sebagai bagian dari operasinya, kata pejabat pertahanan tersebut.

Selama penarikan pasukan baru-baru ini dari Avdiivka, sebuah kota di Ukraina timur yang menjadi fokus pertempuran sengit selama berbulan-bulan, beberapa tank hilang akibat serangan Rusia.

Penundaan yang lama oleh Kongres dalam meloloskan pendanaan baru untuk Ukraina berarti pasukannya harus menjatah amunisi, dan dalam beberapa kasus mereka hanya mampu membalas satu kali setiap lima kali atau lebih ketika mereka menjadi sasaran pasukan Rusia.

Di Avdiivka, pasukan Ukraina kalah telak dan melawan balik bom luncur Rusia dan drone pemburu-pembunuh dengan amunisi yang tersisa.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Iran Tolak Usulan Gencatan...
Iran Tolak Usulan Gencatan Senjata AS yang Disampaikan PM Irak
Iran Murka Inggris Beri...
Iran Murka Inggris Beri Izin AS Gunakan Pangkalan Militer Serang Wilayahnya: Tanggung Akibatnya!
Rekomendasi
Kenali 7 Ciri Wanita...
Kenali 7 Ciri Wanita yang Tertipu Fitnah Dajjal di Akhir Zaman
Suami Istri Pemilik...
Suami Istri Pemilik Hanania Travel Ditetapkan Jadi Tersangka Penipuan Jemaah Umrah
Kasus Debt Collector...
Kasus Debt Collector dan Nasabah Digerebek di Purworejo Berakhir Damai
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved