Macron Sebut AS Tak Bisa Diandalkan: Eropa Kami Bisa Mati!

Jum'at, 26 April 2024 - 13:49 WIB
loading...
Macron Sebut AS Tak...
Presiden Prancis Emmanuel Macron serukan Uni Eropa direformasi, memperingatkan bahwa blok tersebut bisa mati. Foto/REUTERS
A A A
PARIS - Presiden Prancis Emmanuel Macron mendesak negara-negara Uni Eropa (UE) untuk melakukan perubahan tegas guna mengamankan kepentingan blok tersebut menjelang pemilihan Parlemen Eropa.

Macron memperingatkan UE bahwa Amerika Serikat tidak bisa diandalkan untuk memberikan perlindungan.

Jajak pendapat memproyeksikan bahwa pemilih Uni Eropa akan beralih ke politik nasionalis sayap kanan dalam pemilihan Parlemen Eropa pada awal Juni mendatang.

Macron menyerukan perubahan kebijakan yang signifikan saat dia berpidato di depan rekan-rekannya di seluruh benua Eropa dari Universitas Sorbonne di Paris pada hari Kamis.

Baca Juga: Macron Usul NATO Kerahkan Pasukan Keroyok Rusia, Ini Respons Kremlin

“Eropa kami saat ini fana dan bisa mati,” kata Macron memperingatkan blok Uni Eropa.

“Ia bisa mati, dan ini hanya bergantung pada pilihan kita," katanya lagi, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (26/4/2024).

Pemimpin Prancis tersebut menggembar-gemborkan "otonomi strategis" untuk Eropa, khususnya dalam hal produksi militer.

Dia menegaskan kembali bahwa negara-negara anggota UE harus mengeluarkan lebih banyak uang untuk pertahanan dan memberikan prioritas pada senjata yang diproduksi secara lokal—sebuah saran yang dianggap oleh para kritikus sebagai upaya melobi produsen senjata Prancis.

Macron kemudian mengatakan bahwa hal itu akan mengurangi ketergantungan benua Eropa terhadap AS.

"UE harus menunjukkan bahwa mereka tidak pernah menjadi pengikut Amerika Serikat dan bahwa mereka juga tahu bagaimana berbicara dengan seluruh wilayah lain di dunia,” katanya.

Dia juga menganjurkan revisi yang lebih luas terhadap kebijakan perdagangan yang adil, standar manufaktur, dan bidang lain yang mempengaruhi daya saing bisnis Eropa.

“Tidak akan berhasil jika kita adalah satu-satunya negara di dunia yang menghormati aturan perdagangan—seperti yang ditulis 15 tahun yang lalu—jika China dan Amerika tidak lagi menghormatinya dengan memberikan subsidi pada sektor-sektor penting,” kata Macron.

Dia menyebut perilaku “tanpa hambatan” Rusia sebagai ancaman utama bagi Eropa.

Moskow berpendapat bahwa UE telah mengambil tindakan sendiri dengan mengikuti AS dan bergabung dalam apa yang mereka anggap sebagai perang proksi melawan Rusia, yang salah satunya dilakukan di Ukraina.

Masa jabatan Macron akan berakhir dalam tiga tahun. Partai politiknya, Renaissance, kehilangan mayoritasnya di Parlemen Prancis pada tahun 2022, sementara partai sayap kanan; National Rally—yang diperkirakan akan memenangkan pemilu Uni Eropa di Prancis pada bulan Juni—mengancam akan menuntut pembubaran parlemen nasional, jika koalisi presiden yang berhaluan tengah mengalami kekalahan telak pada bulan Juni.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Laporan Media: UEA Cairkan...
Laporan Media: UEA Cairkan Miliaran Dolar untuk Iran agar Tak Jadi Sasaran Serangan
Nah, Tak Ada Agenda...
Nah, Tak Ada Agenda Trump Teken Kesepakatan Damai dengan Iran Hari Ini
Rekomendasi
Berawal dari HP Kentang,...
Berawal dari HP Kentang, Adang Haedaroh Sukses Jadi Kreator Gaming dengan 61 Ribu Followers
Audisi Miss Indonesia...
Audisi Miss Indonesia 2026 Yogyakarta Makin Ketat, Ini Kriteria yang Dicari Para Juri
Audisi Miss Indonesia...
Audisi Miss Indonesia 2026 Yogyakarta Hari Kedua Diserbu Talenta Muda Berprestasi
Berita Terkini
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved