alexametrics

Gara-gara Robot, 24 Karyawan Amazon Dilarikan ke Rumah Sakit

loading...
Gara-gara Robot, 24 Karyawan Amazon Dilarikan ke Rumah Sakit
Kaleng pengusir beruang yang mengandung capsaicin di Gudang Amazon di New Jersey, Amerika Serikat. Foto/REUTERS/Noah Berger
A+ A-
NEW JERSEY - Sebanyak 24 karyawan di Gudang Amazon di New Jersey, Amerika Serikat (AS) dilarikan ke lima rumah sakit (RS) setelah robot yang dipekerjakan tak sengaja menusuk kaleng pengusir beruang. Kaleng itu mengeluarkan asap berbahaya ke udara.

Dalam insiden itu, 30 karyawan lain juga dirawar di luar fasilitas medis.

Gudang Amazon di Robbinsville, New Jersey, mempekerjakan lebih dari 3.000 karyawan. Puluhan orang yang jadi korban keteledoran robot itu mengalami kesulitan bernapas dan menderita luka seperti terbakar di tenggorokan dan mata.

Menurut laporan media setempat, kaleng pengusir beruang seberat 225 gram mengandung sejumlah capsaicin, sejenis komponen cabai.

"Keselamatan karyawan kami adalah prioritas utama kami, dan dengan demikian, semua karyawan di area tersebut telah dipindahkan ke tempat yang aman dan karyawan yang mengalami gejala sedang dirawat di tempat," kata Amazon dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip abc.net.au, Jumat (7/12/2018).

Perwakilan komunikasi Amazon, Rachel Lightly, mengatakan tidak ada paket yang terpengaruh oleh insiden itu.

"Keselamatan karyawan kami selalu menjadi prioritas utama kami dan penyelidikan penuh sudah dilakukan," kata Lightly.

Juru bicara pemerintah kota Robbinsville, John Nalbone, mengatakan kepada NJ.com bahwa petugas terkait sudah bisa mengeluarkan asap berbahaya di area kerja yang terdapat di lantai tiga Gudang Amazon.

Dia mengatakan lantai sudah dibersihkan selama beberapa jam, meskipun gudang secara keseluruhan tidak dilakukan evakuasi.

Penyelidikan oleh Administrasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja AS atas insiden itu bisa memakan waktu hingga enam bulan.
(mas)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak