AS pada Rusia dan China: Kami Siap Bertarung Malam Ini jika Perlu

Jum'at, 07 Desember 2018 - 08:19 WIB
AS pada Rusia dan China:...
AS pada Rusia dan China: Kami Siap Bertarung Malam Ini jika Perlu
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) sedang mempertimbangkan Rusia sebagai ancaman yang menggertak di wilayah Pasifik dan China sebagai ancaman yang berkembang. Hal itu disampaikan Sekretaris Angkatan Laut AS Richard Spencer.

"Rusia adalah ancaman yang menggertak, Cina adalah ancaman mondar-mandir, dan itulah yang kami fokuskan," kata Spencer dalam diskusi di Center of the Strategic and International Studies (CSIS) di Washington, DC.

Spencer menunjukkan bahwa Angkatan Laut AS siap untuk mengatasi ancaman tersebut dan siap bertindak jika dipanggil. "Kami siap bertarung bahkan malam ini, jika diperlukan," kata Spencer, yang dikutip Sputnik, Jumat (7/12/2018).

Selain itu, Spencer mengatakan Amerika Serikat akan menjalankan operasi kebebasan bernavigasi di Pasifik dan juga di seluruh dunia.

Pada hari Rabu, kapal perang AS, USS McCampbell, memasuki Laut Jepang untuk menantang klaim maritim berlebihan Rusia dan menjunjung tinggi penggunaan laut yang sah sesuai hukum internasional.

Menurut Angkatan Laut AS, Amerika Serikat tidak mengakui klaim Rusia di perairan di sekitar Peter the Great Bay di Laut Jepang dan menyatakannya sebagai wilayah laut internasional karena lebih dari 12 mil dari garis pantai Rusia.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Mayor Jenderal Igor Konashenkov mengatakan pada hari Kamis bahwa kapal perang AS itu tidak mendekati perairan teritorial Rusia. Menurutnya, sepanjang perjalanannya di perairan internasional dikawal oleh kapal anti-kapal selam milik Rusia, Admiral Tributs dan pesawat Armada Angkatan Laut Pasifik.

"Kami berbicara dengan Rusia secara teratur di Selat Bering dan keselamatan lalu lintas di sana," kata Spencer di CSIS.

Spencer menjelaskan bahwa Angkatan Laut AS mencoba untuk berkomunikasi dengan angkatan laut negara-negara pesaing di wilayah Arktik dan Pasifik.

"Secara khusus, kami telah melakukan percakapan dan kami masih melakukannya dari waktu ke waktu dengan rekan-rekan kami di China," kata Spencer.

Spencer menambahkan, mempertahankan komunikasi semacam itu pada tingkat profesional untuk memastikan keamanan di kawasan sangatlah penting.
(mas)
Berita Terkait
Alasan BRICS Ditakuti...
Alasan BRICS Ditakuti Amerika Serikat dan Sekutunya
China Blak-blakan Ungkap...
China Blak-blakan Ungkap Tujuan Amerika Serikat di Ukraina
Putin Tegaskan China...
Putin Tegaskan China Segera Mengakhiri Dominasi Amerika Serikat
China: Amerika Serikat...
China: Amerika Serikat Ancaman Nuklir Utama di Dunia!
Giliran Mobil Sejuta...
Giliran Mobil Sejuta Umat Amerika Serikat Disenggol Iran
Amerika Serikat Menentang...
Amerika Serikat Menentang Keras Gencatan Senjata Ukraina dan Rusia
Berita Terkini
Pria Ini Ditusuk 15...
Pria Ini Ditusuk 15 Kali di Mal AS Hanya karena Beragama Islam
1 jam yang lalu
Anggota Politbiro Partai...
Anggota Politbiro Partai Komunis China Dipecat karena Korupsi Skala Besar dan Skandal Seks
2 jam yang lalu
Perang Iran Meluas,...
Perang Iran Meluas, AS Jual Senjata ke Arab Saudi dan Kuwait Total Rp36,2 Triliun
2 jam yang lalu
Profil Sheikh Hamad...
Profil Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, Sosok di Balik Lompatan Qatar dari Negara Gurun Menjadi Raksasa Kaya Dunia
3 jam yang lalu
Kronologi Venezuela...
Kronologi Venezuela Simpan 31 Ton Emas di Bank of England tapi Tak Bisa Diambil
4 jam yang lalu
AS Perluas Serangan...
AS Perluas Serangan terhadap Iran, Pengeboman 90 Menit Sebabkan Ledakan di Mana-mana
5 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Selam Serang...
5 Kapal Selam Serang Terbaik, AS dan Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved