Terburuk dalam 40 Tahun, Penindasan terhadap Umat Kristen di China Meningkat

Rabu, 17 April 2024 - 09:18 WIB
loading...
A A A
Bahkan, membeli buku secara daring atau menghadiri program keagamaan di dunia maya juga dapat berujung pada tindakan keras terhadap umat Kristen di China.

Kamp Cuci Otak


CCP telah menangkap para pendeta dengan tuduhan palsu berupa penipuan dan takhayul, dan juga menyebut gereja sebagai organisasi ilegal dan tidak terdaftar, kata Bob Fu. "Ratusan atau mungkin ribuan pemimpin gereja rumah telah ditangkap dan didakwa dengan apa yang disebut kejahatan 'penipuan bisnis.' Sederhananya, CCP telah mengkriminalisasi persepuluhan dan persembahan," ungkapnya.

Selain itu, umat Kristen ditahan di "kamp cuci otak" di mana para korban disiksa agar mereka melepaskan keyakinannya. Salah satu tahanan bernama Li Yuese berkata, "Setelah Anda berada di sana selama seminggu, kematian mulai terlihat lebih baik daripada tinggal di sana."

Terdapat komite terpisah dari CCP yang menargetkan anggota gereja dan bekerja untuk "mentransformasi" umat Kristen yang tinggal di China dengan menempatkan mereka di kamp cuci otak.

Li dipenjara selama 10 bulan di ruangan tanpa jendela. "Mereka mengancam, menghina dan mengintimidasi Anda. Anda harus menerima pernyataan yang mereka siapkan untuk Anda," ucapnya.

"Jika Anda menolak, Anda akan dianggap mempunyai sikap buruk dan mereka akan menahan Anda dan terus memukuli Anda," lanjut Li. Bahkan, Alkitab pun dibatasi dan disensor.

"Menjadi seorang Katolik, khususnya, membuat seseorang dicurigai di mata pemerintah Beijing saat ini," kata Steven Mosher, seorang peneliti dari Population Research Institute.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
Menteri Israel Kecam...
Menteri Israel Kecam AS karena Berdamai dengan Iran: Perilaku Tak Baik!
Rekomendasi
IHSG Dibuka Melemah...
IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.873, Asing Net Sell Rp1,17 Triliun
Istri Gus Yaqut Apresiasi...
Istri Gus Yaqut Apresiasi KPK Bantarkan Suaminya
Projo Ungkap Pesan Jokowi...
Projo Ungkap Pesan Jokowi di Kasus Roy Suryo dan Dokter Tifa, Apa Itu?
Berita Terkini
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Venezuela Diguncang...
Venezuela Diguncang Gempa M7,2 Berturut-turut, Korban Tewas Diperkirakan Ribuan Orang
Infografis
11 Perang Terlama dalam...
11 Perang Terlama dalam Sejarah Manusia, Ada yang hingga 781 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved