AS, Jepang, Australia, dan Filipina Gelar Latihan Perang di Laut China Selatan
Sabtu, 06 April 2024 - 16:44 WIB
loading...
A
A
A
Tahun lalu, Kementerian Luar Negeri China memperingatkan agar latihan militer yang melibatkan Amerika Serikat dan sekutunya di perairan yang disengketakan tidak dilakukan karena akan membahayakan keamanan dan kepentingan teritorial negara tersebut.
“Kami mendukung semua negara dalam menjaga tatanan internasional berdasarkan supremasi hukum yang merupakan landasan bagi kawasan Indo-Pasifik yang damai dan stabil,” kata keempat negara tersebut tetapi tidak memberikan rincian spesifik mengenai latihan militer tersebut.
Jepang mengatakan dalam sebuah pernyataan, yang dikeluarkan oleh kedutaan besarnya di Manila, bahwa mereka akan mengerahkan kapal perusaknya, JS Akebono, untuk latihan di Laut China Selatan, yang akan mencakup pelatihan perang anti-kapal selam dan manuver militer lainnya.
“Jepang percaya bahwa masalah Laut China Selatan berhubungan langsung dengan perdamaian dan stabilitas kawasan dan merupakan keprihatinan yang sah dari komunitas internasional termasuk Jepang, Australia, Filipina, dan Amerika Serikat,” ungkap Menteri Pertahanan Jepang Minoru Kihara.
Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengatakan dalam pernyataan terpisah bahwa latihan tersebut “menggarisbawahi komitmen bersama kami untuk memastikan bahwa semua negara bebas terbang, berlayar, dan beroperasi di mana pun hukum internasional mengizinkan.”
Menteri Pertahanan Australia Richard Marles mengatakan “penghormatan terhadap kedaulatan nasional dan aturan serta norma yang disepakati berdasarkan hukum internasional mendukung stabilitas kawasan kita.” Menteri Pertahanan Gilberto Teodoro Jr. mengatakan latihan militer pada hari Minggu akan menjadi yang pertama dari serangkaian kegiatan untuk membangun “kapasitas pertahanan diri individu dan kolektif” Filipina.
Selain China dan Filipina, perselisihan yang sudah berlangsung lama di Laut Cina Selatan, yang merupakan jalur perdagangan utama global, juga melibatkan Vietnam, Malaysia, Brunei, dan Taiwan. Namun bentrokan antara Beijing dan Manila telah berkobar sejak tahun lalu.
“Kami mendukung semua negara dalam menjaga tatanan internasional berdasarkan supremasi hukum yang merupakan landasan bagi kawasan Indo-Pasifik yang damai dan stabil,” kata keempat negara tersebut tetapi tidak memberikan rincian spesifik mengenai latihan militer tersebut.
Jepang mengatakan dalam sebuah pernyataan, yang dikeluarkan oleh kedutaan besarnya di Manila, bahwa mereka akan mengerahkan kapal perusaknya, JS Akebono, untuk latihan di Laut China Selatan, yang akan mencakup pelatihan perang anti-kapal selam dan manuver militer lainnya.
“Jepang percaya bahwa masalah Laut China Selatan berhubungan langsung dengan perdamaian dan stabilitas kawasan dan merupakan keprihatinan yang sah dari komunitas internasional termasuk Jepang, Australia, Filipina, dan Amerika Serikat,” ungkap Menteri Pertahanan Jepang Minoru Kihara.
Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengatakan dalam pernyataan terpisah bahwa latihan tersebut “menggarisbawahi komitmen bersama kami untuk memastikan bahwa semua negara bebas terbang, berlayar, dan beroperasi di mana pun hukum internasional mengizinkan.”
Menteri Pertahanan Australia Richard Marles mengatakan “penghormatan terhadap kedaulatan nasional dan aturan serta norma yang disepakati berdasarkan hukum internasional mendukung stabilitas kawasan kita.” Menteri Pertahanan Gilberto Teodoro Jr. mengatakan latihan militer pada hari Minggu akan menjadi yang pertama dari serangkaian kegiatan untuk membangun “kapasitas pertahanan diri individu dan kolektif” Filipina.
Selain China dan Filipina, perselisihan yang sudah berlangsung lama di Laut Cina Selatan, yang merupakan jalur perdagangan utama global, juga melibatkan Vietnam, Malaysia, Brunei, dan Taiwan. Namun bentrokan antara Beijing dan Manila telah berkobar sejak tahun lalu.
Lihat Juga :