AS, Jepang, Australia, dan Filipina Gelar Latihan Perang di Laut China Selatan

Sabtu, 06 April 2024 - 16:44 WIB
loading...
A A A
Washington tidak mengajukan klaim atas wilayah laut strategis tersebut, namun telah berulang kali memperingatkan bahwa mereka berkewajiban untuk mempertahankan sekutu lamanya, Filipina, jika pasukan, kapal, dan pesawat Filipina mengalami serangan bersenjata, termasuk di Laut China Selatan.

China telah memperingatkan AS untuk tidak ikut campur dalam perselisihan tersebut, yang telah memicu kekhawatiran akan eskalasi menjadi konflik besar yang dapat melibatkan kedua kekuatan dunia tersebut.

Jepang memiliki sengketa wilayah terpisah dengan Tiongkok mengenai pulau-pulau di Laut Cina Timur. Meningkatnya ketegangan di perairan yang disengketakan akan menjadi agenda utama ketika Presiden Joe Biden menjamu rekan-rekannya dari Jepang dan Filipina dalam pertemuan puncak di Gedung Putih minggu depan.

Dalam permusuhan terbaru bulan lalu, penjaga pantai China menggunakan meriam air yang melukai seorang laksamana Filipina dan empat personel angkatan lautnya serta merusak parah kapal pasokan kayu mereka di dekat Second Thomas Shoal. Ledakan meriam tersebut begitu kuat hingga membuat seorang awak kapal terlempar ke darat, namun awak kapal tersebut malah menabrak dinding dan bukannya terjun ke laut, kata para pejabat militer Filipina.

Pemerintah Filipina memanggil diplomat kedutaan besar China di Manila untuk menyampaikan “protes terkuatnya” terhadap China. Beijing menuduh kapal-kapal Filipina menyusup ke perairan teritorial Tiongkok, memperingatkan Manila untuk tidak “bermain api” dan mengatakan China akan terus mengambil tindakan untuk mempertahankan kedaulatannya.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Terungkap! Pemimpin...
Terungkap! Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei Ikut Susun Kesepakatan Damai dengan AS
Rekomendasi
KPK Periksa Mantan Stafsus...
KPK Periksa Mantan Stafsus Menag Gus Yaqut terkait Kasus Kuota Haji
Tobat Jatuh Cinta Jadi...
Tobat Jatuh Cinta Jadi Sinetron Komedi Komunal Terbaru RCTI, Ini Cerita di Balik Produksinya
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan...
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan di HR Asia Awards 2026
Berita Terkini
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved