Iran Peringatkan AS: Jangan Jatuh ke dalam Perangkap Israel

Sabtu, 06 April 2024 - 06:42 WIB
loading...
Iran Peringatkan AS:...
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei melihat peti mati anggota Korps Garda Revolusi Islam yang tewas dalam serangan udara Israel di kompleks kedutaan Iran di ibu kota Suriah, Damaskus, saat upacara pemakaman di Teheran, Iran, 4 April 2024. Foto/
A A A
TEHERAN - Iran memperingatkan Amerika Serikat (AS) untuk “menjauhi” potensi bentrokan antara Teheran dan Israel.

Adapun Washington telah memperingatkan Teheran agar tidak menargetkan fasilitas Amerika, menurut asisten Presiden Iran Mohammad Jamshidi pada Jumat (5/4/2024).

“Dalam pesan tertulis, Republik Islam Iran memperingatkan para pemimpin AS agar tidak terseret ke dalam perangkap (Perdana Menteri Israel Benjamin) Netanyahu untuk AS: Menjauhlah agar Anda tidak terluka,” tulis Jamshidi di X.

“Sebagai tanggapan, AS meminta Iran untuk tidak menargetkan fasilitas Amerika,” papar dia.

Iran menuduh Pasukan Pertahanan Israel (IDF) melakukan serangan udara terhadap konsulatnya di ibu kota Suriah, Damaskus pada hari Senin, menewaskan tujuh perwira Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), termasuk dua jenderal.

Sementara IDF mengikuti kebijakannya yang biasa dengan tidak membenarkan atau menyangkal operasi di luar negeri, Menteri Pertahanan Yoav Gallant menyimpulkan tanggung jawabnya ketika dia mengatakan pada Rabu bahwa Israel “menyerang musuh-musuh kita di seluruh Timur Tengah.”

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei telah berjanji membalas, dengan menyatakan pada Rabu bahwa Israel “tentu saja akan menerima tamparan di wajah atas tindakan ini.”

Baca juga: Israel Perpanjang Penahanan Adik Perempuan Pemimpin Hamas

IDF menanggapinya dengan membatalkan semua cuti dan mengacak sinyal satelit di Tel Aviv untuk mengantisipasi serangan sebagai tanggapan.

Para pejabat AS belum mengatakan apakah serangan Iran terhadap Israel akan menjadi dasar intervensi militer.

Namun, Washington telah berulang kali memperingatkan Iran untuk tidak terlibat dalam perang Israel-Hamas yang sedang berlangsung, dan Teheran telah mematuhinya.

Daripada ikut serta dalam konflik secara langsung, Iran malah melanjutkan kebijakannya mempersenjatai dan melatih milisi Syiah di Irak dan Suriah, serta gerakan Hizbullah Lebanon, yang saling baku tembak dengan pasukan Amerika dan Israel sejak konflik dimulai pada bulan Oktober.

Berbicara kepada CNN pada Kamis, juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih John Kirby mengatakan AS “sangat prihatin” terhadap potensi perang antara Israel dan Iran, sebelum menambahkan AS akan terus memberikan bantuan militer kepada Israel.

Postingan Jamshidi adalah pengakuan pertama dari kedua belah pihak dalam pembicaraan jalur belakang antara Washington dan Teheran sejak serangan kedutaan.

Namun, seorang pejabat Amerika yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Axios pada Selasa bahwa AS “secara langsung” memberi tahu Iran bahwa mereka “tidak terlibat dalam serangan itu dan kami tidak mengetahuinya sebelumnya.”

Berbicara setelah prosesi pemakaman para perwira yang terbunuh di Teheran pada Jumat, komandan IRGC Hossein Salami mengatakan kepada kerumunan orang yang berkabung bahwa, “Tidak ada tindakan musuh mana pun mengenai (Republik Islam) yang tidak terjawab.”
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Kesepakatan Damai AS...
Kesepakatan Damai AS dan Iran Simbol Kekalahan Fatal PM Netanyahu, Ini 3 Alasannya
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
Pesawat Pengebom B-52...
Pesawat Pengebom B-52 AS Jatuh hingga Meledak Dahsyat, 8 Orang Tewas
Rekomendasi
71 Kali Gempa Susulan...
71 Kali Gempa Susulan Terjadi Pascagempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
Jelang Lawan Senegal,...
Jelang Lawan Senegal, Kante Ultimatum Mbappe Cs
Prancis vs Senegal:...
Prancis vs Senegal: Ulangan Kejutan 2002?
Berita Terkini
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved