Lavender, Mesin AI Pemandu Militer Israel Membantai 33.000 Warga Gaza

Jum'at, 05 April 2024 - 10:14 WIB
loading...
A A A
Meskipun sistem Lavender dirancang untuk menandai tersangka anggota Hamas dan Jihad Islam Palestina (PIJ), dalam beberapa minggu pertama perang, mesin tersebut mengidentifikasi sekitar 37.000 warga Palestina, dan rumah mereka, sebagai “tersangka”, yang dapat menjadi sasaran dalam serangan udara Israel bahkan jika anggota keluarga ada di rumah.


Diserang Secara Sistematis


Mesin AI diketahui memiliki tingkat kesalahan 10 persen tetapi pada tahap awal perang tidak ada persyaratan bagi tentara Zionis untuk menyelidiki dengan tepat bagaimana mesin tersebut memilih targetnya.

“Tentara Israel secara sistematis menyerang orang-orang yang menjadi sasaran ketika mereka berada di rumah—biasanya pada malam hari ketika seluruh keluarga mereka hadir—dan bukan selama aktivitas militer,” demikian laporan investigasi tersebut, yang dilansir New Arab, Jumat (5/4/2024).

Salah satu perwira intelijen Israel yang bertugas dalam perang tersebut mengatakan kepada +972 bahwa "lebih mudah" untuk mengebom sebuah rumah keluarga daripada membunuh tersangka militan ketika mereka jauh dari warga sipil lainnya.

“IDF mengebom mereka [para anggota Hamas] di rumah-rumah tanpa ragu-ragu, sebagai pilihan pertama. Jauh lebih mudah untuk mengebom rumah sebuah keluarga. Sistem ini dibangun untuk mencari mereka dalam situasi seperti ini,” kata perwira tersebut.

Ketika hendak menargetkan militan junior yang ditandai dengan sistem Lavender, tentara lebih memilih untuk menggunakan rudal terarah, yang dikenal sebagai “bom bodoh", yang dapat menghancurkan seluruh lingkungan dan menyebabkan banyak korban jiwa dibandingkan dengan amunisi yang lebih presisi.

Militer Israel tidak menyangkal keberadaan mesin AI tersebut namun mengeklaim bahwa alat tersebut adalah sistem informasi yang digunakan oleh para analis dalam proses identifikasi sasaran dan bahwa Israel berusaha untuk mengurangi kerugian terhadap warga sipil sejauh mungkin dalam keadaan operasional yang terjadi pada saat serangan tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Prabowo Tegaskan Dukungan...
Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar!
Profil Andy Burnham,...
Profil Andy Burnham, PM Baru Inggris
Konflik AS-Iran Makin...
Konflik AS-Iran Makin Memanas, Harga Minyak Dunia Kembali Tembus 100 Dolar AS per Barel
Rekomendasi
Kendalikan Konsumsi...
Kendalikan Konsumsi BBM Subsidi saat Harga Minyak Dunia Mendidih, Purbaya Sebut Kuota Tetap
Kejagung Periksa Febrie...
Kejagung Periksa Febrie Adriansyah sebagai Saksi terkait Sprindik Baru Kasus TPPU, Kok Bisa?
60 Negara Kena Getok...
60 Negara Kena Getok Tarif Kerja Paksa AS 10-12,5%, Dedengkot BRICS Bakal Balik Melawan
Berita Terkini
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved