Siapa GRU 29155? Unit Militer Rusia yang Dituding Menyebar Sindrom Havana kepada Para Pejabat AS

Senin, 01 April 2024 - 21:21 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: Ahli Beberkan Ciri-ciri Fisik Penyebab Sindrom Havana

2. Dikendalikan oleh Putin

Siapa GRU 29155? Unit Militer Rusia yang Dituding Menyebar Sindrom Havana kepada Para Pejabat AS

Foto/Reuters

Greg Edgreen, seorang pensiunan letnan kolonel Angkatan Darat yang baru-baru ini menjalankan penyelidikan Badan Intelijen Pertahanan terhadap "sindrom Havana" dari tahun 2021 hingga 2023, mengatakan kepada Scott Pelley dari CBS bahwa menurut pendapatnya AS sedang diserang oleh rezim Putin.

Edgreen mencatat bahwa 5%-10% pejabat dengan kinerja terbaik di seluruh lembaga telah terkena dampaknya.

“Dan selalu ada hubungan dengan Rusia,” kata Edgreen, berbicara secara terbuka untuk pertama kalinya mengenai masalah ini dalam acara “60 Minutes” yang diadakan pada hari Minggu. “Ada beberapa sudut pandang di mana mereka bekerja melawan Rusia, fokus pada Rusia, dan melakukannya dengan sangat baik.”

3. Agen FBI, CIA dan Diplomat Juga Terkena Sindrom Havana

Siapa GRU 29155? Unit Militer Rusia yang Dituding Menyebar Sindrom Havana kepada Para Pejabat AS

Foto/Reuters

Mark Zaid, seorang pengacara dengan izin keamanan yang mewakili lebih dari dua puluh klien dengan gejala sindrom Havana, termasuk dari FBI, CIA dan Departemen Luar Negeri, mengatakan ada bukti bahwa pemerintah “menutup-nutupi” yang melibatkan “jalur penyelidikan yang berpotensi membawa kita ke jawaban yang tidak ingin kami tangani."

Dia mengatakan kepada Pelley bahwa hal yang umum di antara personel FBI yang terkena dampak adalah bahwa "sebagian besar, jika tidak semua, klien saya selain anggota keluarga yang terkait dengan karyawan tersebut ... semuanya melakukan sesuatu yang berhubungan dengan Rusia."

4. Menyebar di Kuba hingga China

Siapa GRU 29155? Unit Militer Rusia yang Dituding Menyebar Sindrom Havana kepada Para Pejabat AS

Foto/Reuters

Dua studi besar Institut Kesehatan Nasional yang dilakukan bulan ini memeriksa kondisi lebih dari 80 pegawai pemerintah dan anggota keluarga yang mengalami "insiden kesehatan yang tidak wajar" di berbagai lokasi termasuk AS, Kuba, China, dan Austria tidak menemukan bukti yang konsisten mengenai cedera otak.

David Relman, seorang ilmuwan Universitas Stanford yang memimpin penelitian sebelumnya mengenai kondisi ini, mempermasalahkan temuan penelitian tersebut, yang diterbitkan dalam The Journal of American Medical Association, dalam editorial yang menyertainya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
AS Resmi Jalin Kerja...
AS Resmi Jalin Kerja Sama Nuklir dengan Arab Saudi di Tengah Konflik Iran
Menlu 8 Negara Kecam...
Menlu 8 Negara Kecam Menteri Israel dan Ribuan Pemukim Yahudi Geruduk Masjid Al Aqsa
Rekomendasi
Prabowo Tegaskan Dukungan...
Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar!
Baca Selawat Nabi 1000...
Baca Selawat Nabi 1000 Kali di Hari Jumat, Kelak Diperlihatkan Kedudukannya di Surga
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Ambles ke Level 6.266 saat Ada 518 Saham Malas Bergerak
Berita Terkini
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Infografis
3 Senjata Rusia yang...
3 Senjata Rusia yang Paling Ditakuti oleh Militer Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved