5 Alasan NATO Terlalu Bergantung pada Rudal Patriot

Minggu, 31 Maret 2024 - 23:23 WIB
loading...
A A A
"Radar sistem ini memiliki jangkauan lebih dari 150 km," kata Organisasi Perjanjian Atlantik Utara (NATO) pada tahun 2015.

Baca Juga: Belanda Kirim Rudal Patriot ke Perbatasan Rusia, Ada Apa Gerangan?

2. Harganya Mahal

5 Alasan NATO Terlalu Bergantung pada Rudal Patriot

Foto/Reuters

Sebuah baterai Patriot yang baru diproduksi berharga lebih dari USD1 miliar, dengan USD400 juta untuk sistemnya dan USD690 juta untuk rudal dalam satu baterai, menurut wadah pemikir Pusat Kajian Strategis dan Internasional.

3. Digunakan 18 Negara

5 Alasan NATO Terlalu Bergantung pada Rudal Patriot

Foto/Reuters

Raytheon telah membangun lebih dari 240 sistem Patriot dan saat ini digunakan oleh 18 negara, termasuk Amerika Serikat. Sistem ini sangat diminati di Timur Tengah karena ancaman yang ditimbulkan oleh Iran terhadap wilayah tersebut.

Menurut Raytheon, sistem ini telah mencegat lebih dari 150 rudal balistik dalam pertempuran sejak tahun 2015.

4. Ukraina Sangat Mengharapkan Rudal Patriot

5 Alasan NATO Terlalu Bergantung pada Rudal Patriot

Foto/Reuters

Ukraina mengatakan mereka membutuhkan lebih banyak sistem pertahanan udara untuk melindungi diri dari serangan rudal dan drone dari pasukan Rusia.

Sejauh ini, Amerika Serikat telah memberikan sepasang Sistem Rudal Permukaan-ke-Udara Tingkat Lanjut Nasional (NASAMS) ke Ukraina.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
Ukraina Tidak Akan Produksi...
Ukraina Tidak Akan Produksi Rudal Patriot meski Trump Beri Lisensi, Ini 3 Alasannya
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
Erdogan Beri Hadiah...
Erdogan Beri Hadiah Pistol dengan Peluru Aktif kepada Para Pemimpin NATO, Ini Maksudnya
Berubah Pikiran Lagi,...
Berubah Pikiran Lagi, AS Akan Pasok Rudal Canggih Tomahawk ke Jerman
Eropa Kepanasan tapi...
Eropa Kepanasan tapi Tak Mau Pasang AC: Dilema Iklim yang Bunuh 250 Orang dalam Seminggu
Pemimpin Tertinggi Iran...
Pemimpin Tertinggi Iran Bersumpah Balas Dendam Pembunuhan Ali Khamenei
Tersingkir dari Piala...
Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Pemain Kolombia Dapat Ancaman Pembunuhan
Rekomendasi
SpaceX Berganti Nama...
SpaceX Berganti Nama Jadi SpaceXAI Bukti Fokus pada AI
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
5 Momen Paling Bersejarah...
5 Momen Paling Bersejarah Rivalitas Inggris vs Argentina di Piala Dunia, Ada Gol 'Tangan Tuhan'
Berita Terkini
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
Secara Strategis, Pakar...
Secara Strategis, Pakar Militer Ini Yakin Iran Lebih Unggul Dibandingkan AS
Mantan Emir Qatar Sheikh...
Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani Wafat pada Usia 74 Tahun
Iran Bombardir Pangkalan...
Iran Bombardir Pangkalan AS di Yordania, Kuwait, Bahrain, dan Oman
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
AS Diam-diam Tarik 10...
AS Diam-diam Tarik 10 Jet Tempur Siluman F-22 Raptor, Mundur dari Perang Iran
Infografis
5 Badan Intelijen Terbaik...
5 Badan Intelijen Terbaik pada 2025, Nomor 2 Paling Kejam dan Kontroversial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved