5 Alasan NATO Terlalu Bergantung pada Rudal Patriot

Minggu, 31 Maret 2024 - 23:23 WIB
loading...
A A A
Meskipun sistem Patriot dirancang untuk mencegat ancaman seperti pesawat terbang dan rudal balistik, sistem ini juga dapat menembak jatuh drone “kamikaze” yang sering dikirim Rusia untuk menyerang infrastruktur penting Ukraina. Tapi itu akan menjadi cara yang sangat mahal untuk menghancurkan drone yang hanya menghabiskan biaya ribuan dolar.

Para pejabat dan ahli mengatakan bahwa meskipun sistem Patriot kemungkinan akan menyelamatkan nyawa dari serangan rudal, sistem ini mungkin tidak akan mengubah arah konflik yang sudah berlangsung hampir 10 bulan karena sistem ini merupakan sistem pertahanan.

5. Dibutuhkan Persiapan Khusus

5 Alasan NATO Terlalu Bergantung pada Rudal Patriot

Foto/Reuters

Diperlukan waktu beberapa bulan sebelum Ukraina dapat mengerahkan Patriot di medan perang.

Para pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa sistem Patriot pertama-tama akan tiba di Jerman, di mana pasukan Ukraina akan belajar cara menggunakannya.

Pelatihan ini bisa memakan waktu berbulan-bulan, dan setiap sistem memerlukan puluhan tentara untuk beroperasi.

Ukraina kemudian harus memutuskan bagaimana dan di mana akan menyebarkan sistem tersebut tanpa dihancurkan oleh pasukan Rusia. Rusia mengatakan sistem pertahanan rudal Patriot akan menjadi target sah serangan Rusia.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Akhirnya Eropa Izinkan...
Akhirnya Eropa Izinkan Fitur FSD Tesla Digunakan
Trump Sebut Kesepakatan...
Trump Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani pada Minggu, Ini Respons Teheran
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?
Rekomendasi
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Yusril Dialog dengan...
Yusril Dialog dengan BEM SI, Janji Sampaikan 5 Tuntutan ke Presiden
Catat! Ini Penurunan...
Catat! Ini Penurunan Kapasitas Baterai Mobil Listrik Setiap Tahunnya
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
5 Badan Intelijen Terbaik...
5 Badan Intelijen Terbaik pada 2025, Nomor 2 Paling Kejam dan Kontroversial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved