Dalang Teror Suruh Para Tersangka Serangan Moskow Lari ke Kiev

Sabtu, 30 Maret 2024 - 06:48 WIB
loading...
Dalang Teror Suruh Para...
Tersangka pelaku teror duduk di ruang sidang di Moskow, Rusia, 24 Maret 2024. Foto/AP
A A A
MOSKOW - Para tersangka utama dalam serangan teroris pekan lalu di Balai Kota Crocus di luar Moskow telah bersaksi bahwa perintah mereka datang dari seorang pria misterius yang menyuruh mereka melarikan diri ke Ukraina setelahnya.

Komite Investigasi Rusia mengumumkan hal itu pada Jumat (29/3/2024).

Dinas keamanan Rusia menahan empat tersangka pelaku di dekat perbatasan Ukraina Sabtu lalu. Serangan itu merenggut 144 nyawa dan menyebabkan lebih dari 200 orang dirawat di rumah sakit.

“Dalam kesaksian awal mereka dan selama interogasi berikutnya, para tersangka mengatakan serangan itu dipersiapkan melalui koordinasi dengan seorang pria yang memperkenalkan dirinya kepada mereka dengan nama samaran,” papar Komite Investigasi Rusia.

“Dia berkomunikasi dengan mereka melalui pesan suara yang dikirim melalui Telegram,” ungkap Komite itu.

“Atas instruksi koordinator, setelah melakukan kejahatan, para teroris mengendarai mobil menuju perbatasan Rusia-Ukraina untuk kemudian melintasinya dan tiba di Kiev untuk menerima hadiah yang dijanjikan,” ujar lembaga penegak hukum Rusia.

Komite Investigasi mengatakan pihaknya terus “memverifikasi keterlibatan perwakilan layanan khusus Ukraina dalam mengorganisir dan mendanai serangan teroris.”

Baca juga: Pelaku Teror Moskow Tenggak Narkoba Pereda Takut sebelum Beraksi

Pasukan khusus Rusia mencegat empat tersangka pelaku pada Sabtu lalu, dalam perjalanan menuju perbatasan Ukraina.

Mereka diidentifikasi sebagai warga negara Tajikistan dan awalnya digambarkan para pejabat sebagai “Islam radikal.”

Kelompok teroris Negara Islam Khorasan (ISIS-K) mengaku bertanggung jawab atas pembantaian tersebut.

Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE) bersikeras ISIS-K adalah satu-satunya pelakunya dan Ukraina sama sekali tidak terlibat.

Namun Moskow tetap skeptis. Presiden Vladimir Putin, Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov, dan kepala FSB serta Komite Investigasi semuanya mengklaim banyak petunjuk menunjukkan keterlibatan Kiev. Lavrov menggambarkan desakan Barat yang menyatakan Ukraina tidak bersalah sebagai hal yang mencurigakan.

Pada Kamis, Komite Investigasi mengungkapkan keempat tersangka telah menerima “sejumlah besar uang” dari Ukraina, dalam bentuk mata uang kripto.

“Dana tersebut kemudian digunakan untuk mempersiapkan serangan terhadap Balai Kota Crocus,” papar badan tersebut.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Siap-Siap, Apple bakal...
Siap-Siap, Apple bakal Naikkan Harga iPhone Dkk Imbas Biaya Chip Melonjak
Rekomendasi
Euforia Suporter Memuncak,...
Euforia Suporter Memuncak, Meksiko Siap Rem Penjualan Alkohol
50 Tokoh Pasang Badan...
50 Tokoh Pasang Badan untuk Roy Suryo, Din Syamsuddin dan Oegroseno Ikut Jadi Penjamin
Usai Ziarah ke Makam...
Usai Ziarah ke Makam Soekarno dan Gus Dur, Kapolri Tabur Bunga di Makam Soeharto
Berita Terkini
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Infografis
Mampukah John Herdman...
Mampukah John Herdman Bawa Timnas Indonesia ke Panggung Dunia?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved