China Kecam AS Ciptakan Musuh demi Tambah Anggaran Militer

Kamis, 28 Maret 2024 - 20:24 WIB
loading...
China Kecam AS Ciptakan...
Tank M1A2 Abrams AS bergerak ke posisi menembak selama latihan militer di dekat Vaziani, Georgia. Foto/REUTERS/David Mdzinarashvili
A A A
BEIJING - Praktik Amerika Serikat (AS) yang secara artifisial menciptakan musuh demi meningkatkan anggaran militernya secara strategis sangat berbahaya, dan China dengan tegas menentangnya.

Juru bicara Kementerian Pertahanan China Wu Qian menegaskan hal itu pada Kamis (28/3/2024).

“Amerika Serikat telah berulang kali menggunakan China sebagai alasan untuk meningkatkan anggaran militernya, dan membesar-besarkan ancaman militer China yang sebenarnya tidak ada,” tegas Wu dalam pengarahan.

“Praktik menciptakan musuh secara artifisial ini sangat berbahaya dari sudut pandang strategis, dan China dengan tegas menentangnya,” papar juru bicara itu.

Dia juga mengatakan China tidak ingin mengancam siapa pun, tetapi juga tidak takut terhadap ancaman siapa pun, dan tidak ada kekuatan sebesar apa pun yang dapat menghentikan perkembangan tentara China.

Pada Sabtu, Presiden AS Joe Biden menandatangani undang-undang paket alokasi yang mencakup rancangan undang-undang belanja pertahanan sebesar USD825 miliar untuk tahun fiskal 2024.

Undang-undang tersebut menggandakan pendanaan kerja sama keamanan untuk Taiwan.

Amerika Serikat akan melawan China dengan memaksimalkan produksi amunisi penting dan menghabiskan lebih dari USD66 miliar untuk kemampuan Komando Indo-Pasifik AS, termasuk USD42 juta untuk meningkatkan kemampuan militernya di wilayah tersebut, demikian yang disampaikan Komite Alokasi DPR AS dalam ringkasan paketnya.

Baca juga: Arab Saudi Kutuk Israel Sita 800 Hektare Tanah Warga Palestina di Tepi Barat
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Viral! Sekuriti Apartemen...
Viral! Sekuriti Apartemen Temukan Emas Ratusan Juta di Tempat Sampah, Kembalikan ke Pemilik
Rekomendasi
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
PAMA Group Tanam 2.000...
PAMA Group Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pesisir Semarang: 'Jadi Benteng Alami dari Perubahan Iklim'
Periksa Hilman Latief,...
Periksa Hilman Latief, KPK Telusuri Pihak yang Inisiasi Pembagian Kuota Haji Tambahan
Berita Terkini
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved