Akankah Resolusi Gencatan Senjata PBB Menghentikan Perang Israel di Gaza?

Rabu, 27 Maret 2024 - 19:40 WIB
loading...
Akankah Resolusi Gencatan...
Resolusi gencatan senjata PBB tidak akan mampu menghentikan perang Israel di Gaza. Foto/Reuters
A A A
GAZA - Setelah lebih dari lima bulan pertempuran dan lima rancangan resolusi yang diveto, para anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) berhasil mengeluarkan resolusi yang menyerukan gencatan senjata segera antara Israel dan Hamas di Gaza.

Amerika Serikat abstain dalam pemungutan suara sementara 14 anggota DK PBB lainnya memberikan suara mendukung resolusi tersebut, yang diusulkan oleh 10 anggota terpilih dewan tersebut.

Resolusi tersebut menyerukan “gencatan senjata segera di bulan Ramadan yang dihormati oleh semua pihak yang mengarah pada gencatan senjata yang langgeng dan berkelanjutan”.

Pernyataan ini juga menyerukan pembebasan tawanan Israel yang ditangkap oleh Hamas pada tanggal 7 Oktober. Pernyataan ini menekankan perlunya lebih banyak bantuan kemanusiaan yang mengalir ke Gaza dan kepatuhan terhadap hukum internasional.

Akankah Resolusi Gencatan Senjata PBB Menghentikan Perang Israel di Gaza?

1. Resolusi Dewan Keamanan PBB Belum Cukup

Akankah Resolusi Gencatan Senjata PBB Menghentikan Perang Israel di Gaza?

Foto/Reuters

Meskipun menjanjikan setidaknya penghentian perang, resolusi tersebut dikritik oleh beberapa analis karena lebih bersifat simbolis daripada substansial dalam kemampuannya mengakhiri perang.

Nancy Okail, presiden lembaga pemikir Center for International Policy yang berbasis di AS, mengatakan kepada Ali Harb dari Al Jazeera bahwa meskipun resolusi tersebut penting, namun “masih sangat terlambat dan masih belum cukup”.

2. Resolusi DK PBB Mengikat

Akankah Resolusi Gencatan Senjata PBB Menghentikan Perang Israel di Gaza?

Foto/Reuters

Seluruh resolusi DK PBB dianggap mengikat, sesuai dengan Pasal 25 Piagam PBB yang telah diratifikasi oleh AS.

Namun, AS menggambarkan resolusi Senin itu sebagai resolusi yang tidak mengikat. Duta Besar AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield mengatakan Washington sepenuhnya mendukung “beberapa tujuan penting dalam resolusi tidak mengikat ini”. Pada hari yang sama, juru bicara Departemen Luar Negeri AS Matthew Miller mengatakan kepada wartawan: “Ini adalah resolusi yang tidak mengikat”.

Hal ini telah dibantah oleh pejabat PBB lainnya dan anggota Dewan Keamanan. Duta Besar Tiongkok untuk PBB Zhang Jun mengatakan bahwa resolusi Dewan Keamanan bersifat mengikat.

Wakil juru bicara PBB Farhan Haq menambahkan bahwa resolusi DK PBB adalah hukum internasional, “sehingga resolusi tersebut mengikat seperti halnya hukum internasional”.

Anadolu Agency melaporkan bahwa Pedro Comissario, duta besar Mozambik untuk PBB, mengatakan “semua resolusi Dewan Keamanan PBB bersifat mengikat dan wajib”.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Jumlah WNI yang Diculik...
Jumlah WNI yang Diculik Israel Bertambah Menjadi 7 Orang
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Pilot Jet Tempur F-15...
Pilot Jet Tempur F-15 AS Ungkap Ngerinya Serangan Drone Iran, Bentuk Formasi Ubur-Ubur
Rekomendasi
Perjuangkan Hak Daerah,...
Perjuangkan Hak Daerah, Komisi XI DPR Upayakan TKD Tak Berkurang
Program Binawan Eropa...
Program Binawan Eropa Antarkan 36 Perawat Indonesia Berkarier di Eropa
Brasil Lolos ke Fase...
Brasil Lolos ke Fase Gugur usai Hajar Skotlandia: Vinicius Bersinar, Neymar Comeback
Berita Terkini
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Venezuela Diguncang...
Venezuela Diguncang Gempa M7,2 Berturut-turut, Korban Tewas Diperkirakan Ribuan Orang
AS dan Israel Jadi Sumber...
AS dan Israel Jadi Sumber Kerusakan, Iran Serukan Tatanan Baru Negara Islam
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved