Rusia Diserukan Hukum Mati Teroris Pembantai 137 Orang di Moskow, Ini Respons Kremlin
Selasa, 26 Maret 2024 - 11:28 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Ketua Komite Duma Negara untuk Pembangunan dan Perundang-undangan Negara, Pavel Krasheninnikov, berpendapat bahwa meskipun diskusi mengenai hukuman bagi teroris itu penting, namun diskusi tersebut tidak boleh menjadi fokus utama.
“Diskusi mengenai hukuman mati, menurut saya, mungkin membawa kita ke arah yang salah,” kata anggota Parlemen tersebut.
"Lebih penting bagi kami agar tindakan seperti itu tidak terulang kembali," ujarnya.
Para tersangka teroris tersebut menyerbu gedung konser di Balai Kota Crocus pada malam tanggal 22 Maret, tepat sebelum konser band rock Picnic. Tempat yang diperkirakan berkapasitas 7.500 orang itu hampir penuh. Para teroris membunuh para penjaga, menembaki pengunjung, dan kemudian menyalakan api, yang dengan cepat menyebar ke seluruh gedung.
Empat pria tersangka dalam serangan itu telah ditangkap. Dua dari mereka telah mengaku bersalah di pengadilan, dan akan tetap ditahan hingga akhir Mei. Mereka semua menghadapi hukuman penjara seumur hidup.
“Diskusi mengenai hukuman mati, menurut saya, mungkin membawa kita ke arah yang salah,” kata anggota Parlemen tersebut.
"Lebih penting bagi kami agar tindakan seperti itu tidak terulang kembali," ujarnya.
Para tersangka teroris tersebut menyerbu gedung konser di Balai Kota Crocus pada malam tanggal 22 Maret, tepat sebelum konser band rock Picnic. Tempat yang diperkirakan berkapasitas 7.500 orang itu hampir penuh. Para teroris membunuh para penjaga, menembaki pengunjung, dan kemudian menyalakan api, yang dengan cepat menyebar ke seluruh gedung.
Empat pria tersangka dalam serangan itu telah ditangkap. Dua dari mereka telah mengaku bersalah di pengadilan, dan akan tetap ditahan hingga akhir Mei. Mereka semua menghadapi hukuman penjara seumur hidup.
(mas)
Lihat Juga :