Ini Alasan Hamas Mengecam Serangan Teror di Moskow

Senin, 25 Maret 2024 - 16:16 WIB
loading...
Ini Alasan Hamas Mengecam...
Hamas ikut mengecam serangan teror di Moskow, Rusia. Foto/Reuters
A A A
GAZA - Kelompok pejuang Palestina Hamas mengutuk serangan teror di Moskow yang merenggut nyawa sedikitnya 137 orang. Hamas justru memuji Rusia karena menolak pemungutan suara Dewan Keamanan PBB yang dipimpin AS untuk gencatan senjata di Gaza.

Hamas, yang dianggap sebagai organisasi teroris oleh beberapa negara termasuk Israel dan Amerika Serikat, mengatakan dalam sebuah pernyataan di Telegram dan ditinjau oleh UPI bahwa mereka mengutuk serangan ISIS-K, yang dilakukan Jumat malam di sebuah gedung konser di pinggiran kota Moskow.

“Kami di Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) mengutuk keras serangan teroris yang menargetkan warga sipil di ibu kota Rusia, Moskow, dan menyebabkan puluhan orang tewas dan terluka,” bunyi pernyataan Hamas, yang diterjemahkan dari bahasa Arab, dilansir UPI.

“Kami menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada para pemimpin dan rakyat Rusia, serta kepada keluarga para korban serangan kriminal ini, dan kami mendoakan pemulihan yang cepat bagi mereka yang terluka, dan kami menyampaikan solidaritas penuh kami kepada Rusia, rakyatnya, dan keluarga. para korban tragedi ini."

Dalam pernyataan sebelumnya, Hamas memuji Rusia – serta China dan Aljazair – karena menolak rancangan resolusi Amerika yang menyerukan gencatan senjata antara Israel dan Hamas dengan imbalan sandera di Gaza.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Gelombang Panas Dahsyat...
Gelombang Panas Dahsyat Landa Eropa, Picu Lebih dari 200 Kematian di Spanyol dan Prancis
Harga Minyak Dunia Turun...
Harga Minyak Dunia Turun usai Selat Hormuz Dibuka Lagi, Dekati Level Sebelum Perang AS-Iran
Rekomendasi
Ekspor Batu Bara Dibuka...
Ekspor Batu Bara Dibuka Lagi, Pasokan 141 Juta Metrik Ton Diamankan demi Cegah Pemadaman Listrik
Kekeringan Landa NTB...
Kekeringan Landa NTB dan Jawa Tengah, Ribuan Warga Terdampak
Sinara Fest 2026 NTB...
Sinara Fest 2026 NTB Wujud Dukungan BPDP Terhadap Ketahanan Pangan dan UMKM
Berita Terkini
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved