Wapres Vo Thi Anh Xuan Ditunjuk sebagai Plt Presiden Vietnam
Kamis, 21 Maret 2024 - 18:32 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: 5 Pemain Indonesia yang Bikin Vietnam Ketar-ketir di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Thuong secara luas dianggap dekat dengan Sekretaris Jenderal Nguyen Phu Trong yang sudah lanjut usia, tokoh paling berpengaruh di Vietnam dan arsitek kampanye anti-korupsi yang semakin intensif baru-baru ini.
Komite pusat partai pada hari Rabu menerima pengunduran diri Thuong dan mencopotnya dari Politbiro, badan pembuat keputusan tertinggi, dan posisinya sebagai kepala Dewan Pertahanan dan Keamanan Nasional. Sekitar 88% anggota parlemen mendukung pemecatannya sebagai presiden dalam pemungutan suara hari Kamis.
Komite tersebut mengatakan kekurangan Thuong "telah berdampak negatif pada opini publik, mempengaruhi reputasi Partai, Negara, dan dirinya secara pribadi", tanpa menjelaskan kesalahan apa yang telah dilakukannya.
Investor dan diplomat asing menyalahkan tindakan keras ini sebagai penyebab lambatnya pengambilan keputusan di negara yang sudah bergulat dengan birokrasi yang rumit.
Para analis mengatakan kelesuan yang terjadi saat ini dapat diatasi dengan pemilihan presiden baru yang cepat, namun tetap ada risiko bahwa perombakan berulang kali para pemimpin puncak dapat merugikan sentimen bisnis di negara yang sangat bergantung pada investasi asing.
Thuong secara luas dianggap dekat dengan Sekretaris Jenderal Nguyen Phu Trong yang sudah lanjut usia, tokoh paling berpengaruh di Vietnam dan arsitek kampanye anti-korupsi yang semakin intensif baru-baru ini.
Komite pusat partai pada hari Rabu menerima pengunduran diri Thuong dan mencopotnya dari Politbiro, badan pembuat keputusan tertinggi, dan posisinya sebagai kepala Dewan Pertahanan dan Keamanan Nasional. Sekitar 88% anggota parlemen mendukung pemecatannya sebagai presiden dalam pemungutan suara hari Kamis.
Komite tersebut mengatakan kekurangan Thuong "telah berdampak negatif pada opini publik, mempengaruhi reputasi Partai, Negara, dan dirinya secara pribadi", tanpa menjelaskan kesalahan apa yang telah dilakukannya.
Investor dan diplomat asing menyalahkan tindakan keras ini sebagai penyebab lambatnya pengambilan keputusan di negara yang sudah bergulat dengan birokrasi yang rumit.
Para analis mengatakan kelesuan yang terjadi saat ini dapat diatasi dengan pemilihan presiden baru yang cepat, namun tetap ada risiko bahwa perombakan berulang kali para pemimpin puncak dapat merugikan sentimen bisnis di negara yang sangat bergantung pada investasi asing.
Lihat Juga :