Prancis Marah Dituding Rusia Hendak Kerahkan 2.000 Tentara ke Ukraina
Rabu, 20 Maret 2024 - 15:10 WIB
loading...
A
A
A
Hubungan Perancis-Rusia semakin memburuk dalam beberapa pekan terakhir karena Paris meningkatkan dukungannya kepada Ukraina, termasuk menandatangani perjanjian keamanan bilateral jangka panjang dan berjanji untuk mengirim lebih banyak rudal jelajah jarak jauh ke Kyiv.
Presiden Emmanuel Macron juga mengambil sikap yang lebih keras terhadap Rusia, dan bersumpah bahwa Moskow harus dikalahkan.
Dia tidak mengesampingkan bahwa suatu hari pasukan Eropa mungkin harus pergi ke Ukraina, meskipun telah menjelaskan bahwa Prancis tidak berniat memicu permusuhan terhadap Rusia.
Paris menuduh Rusia biasa menyebarkan informasi palsu. Pada bulan Januari, mereka menolak anggapan bahwa Paris memiliki tentara bayaran di Ukraina, sehari setelah anggota Parlemen Rusia mengadopsi resolusi yang mengecam tentara bayaran Prancis di negara tersebut.
Presiden Emmanuel Macron juga mengambil sikap yang lebih keras terhadap Rusia, dan bersumpah bahwa Moskow harus dikalahkan.
Dia tidak mengesampingkan bahwa suatu hari pasukan Eropa mungkin harus pergi ke Ukraina, meskipun telah menjelaskan bahwa Prancis tidak berniat memicu permusuhan terhadap Rusia.
Paris menuduh Rusia biasa menyebarkan informasi palsu. Pada bulan Januari, mereka menolak anggapan bahwa Paris memiliki tentara bayaran di Ukraina, sehari setelah anggota Parlemen Rusia mengadopsi resolusi yang mengecam tentara bayaran Prancis di negara tersebut.
(mas)
Lihat Juga :