Prancis Siap Perang, Abaikan Peringatan Putin soal Perang Dunia III

Rabu, 20 Maret 2024 - 07:09 WIB
loading...
Prancis Siap Perang,...
Kepala Staf AD Prancis Jenderal Pierre Schill umumkan tentaranya siap perang. Dia abaikan peringatan Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa bentrokan langsung Moskow-NATO akan menjadi Perang Dunia III. Foto/REUTERS
A A A
PARIS - Seorang jenderal top Prancis mengatakan tentaranya siap berperang, tanpa menyebut Rusia sebagai musuh pertempuran.

Jenderal Pierre Schill, Kepala Staf Angkatan Darat Prancis, menyampaikan hal itu dalam sebuah wawancara yang diterbitkan media lokal pada hari Selasa.

Dia mengabaikan peringatan Presiden Rusia Vladimir Putin terhadap NATO bahwa bentrokan langsung antara Moskow dan NATO akan selangkah menuju Perang Dunia III.

Menurut Jenderal Schill, Prancis siap menghadapi perkembangan apa pun yang terjadi secara internasional dan bersiap menghadapi pertempuran terberat untuk melindungi dirinya sendiri.

Dalam beberapa pekan terakhir, Presiden Prancis Emmanuel Macron berulang kali menolak mengesampingkan kemungkinan pengiriman pasukan Barat ke Ukraina untuk membantu Kyiv dalam perjuangannya melawan Moskow, yang dia gambarkan sebagai musuh Paris.

Baca Juga: Menang Pilpres Rusia, Putin Warning NATO: Selangkah Lagi Perang Dunia III!

"Pasukan Prancis siap,” kata Jenderal Schill kepada Le Monde.

"Apa pun perkembangan situasi internasional, Prancis dapat diyakinkan: tentara mereka akan merespons," lanjut dia, yang dikutip Russia Today, Rabu (20/3/2024).

Schill mengatakan Perancis mempunyai tanggung jawab internasional dan terikat oleh perjanjian pertahanan dengan negara-negara yang terkena ancaman besar, dan oleh karena itu pasukannya harus dilatih dan dapat dioperasikan dengan tentara sekutu.

"Pencegahan nuklir bukanlah jaminan universal karena tidak melindungi terhadap konflik yang akan tetap di bawah ambang batas kepentingan vital," paparnya.

Jenderal Schill mengatakan bahwa Angkatan Darat harus menunjukkan dirinya sebagai kekuatan yang kredibel melalui daya tanggap dalam hal proyeksi kekuatan dan kemampuan untuk melakukan operasi dengan cakupan yang lebih besar.

Jenderal tersebut mengatakan bahwa Prancis saat ini memiliki kapasitas untuk melakukan divisi sekitar 20.000 personel dalam waktu 30 hari dan memiliki kemampuan untuk memimpin korps tentara hingga 60.000 personel yang mencakup divisi sekutu.

Dalam sebuah wawancara dengan saluran TF1 dan France 2 pekan lalu, Presiden Macron mengatakan bahwa Prancis tidak mengobarkan perang terhadap Rusia dengan mendukung Kyiv, namun menyebut Rusia sebagai musuh dan tetap berpegang pada pernyataannya bahwa kemungkinan pengerahan pasukan NATO ke Ukraina tidak dapat dikesampingkan.

Pernyataannya memicu gelombang penyangkalan dari sebagian besar negara anggota dan pejabat NATO, termasuk Sekretaris Jenderal Jens Stoltenberg, tentang niat mereka untuk mengerahkan pasukan ke Ukraina.

Pada saat yang sama, surat kabar El Pais di Spanyol melaporkan pada hari Senin bahwa blok militer pimpinan Amerika Serikat telah terlibat dalam setiap aspek konflik dan bahwa personel militer aktif dan mantan dari negara-negara NATO telah beroperasi di Ukraina untuk mengawasi penggunaan senjata yang dipasok Barat.

Moskow telah berulang kali menggambarkan konflik tersebut sebagai perang proksi yang dipimpin AS melawan Rusia.

Sementara itu, Presiden Putin telah memperingatkan NATO agar tidak melakukan eskalasi dan mengatakan: "Bentrokan langsung antara NATO dan Rusia akan selangkah lagi menuju Perang Dunia III skala penuh."
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
Perlombaan Senjata Nuklir...
Perlombaan Senjata Nuklir Baru Telah Tiba, AS dan China Paling Ugal-ugalan
Inggris Makin Tak Berdaya!...
Inggris Makin Tak Berdaya! Seluruh Armada Kapal Selam Serang Tak Bisa Beroperasi
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Iran Tembakkan 7 Rudal...
Iran Tembakkan 7 Rudal Balistik ke Kuwait, Balas Serangan AS di Pulau Qeshm dan Goruk
Diteror Beruang, Kota...
Diteror Beruang, Kota di Jepang Ini Lumpuh
Rekomendasi
Hasil Survei: Publik...
Hasil Survei: Publik Puas dengan Kinerja Prabowo-Gibran, Dukung Program MBG dan KDKMP
AI Juru Selamat atau...
AI Juru Selamat atau Kepunahan Pekerja Industri Kreatif?
Gestur Mesra Sarwendah...
Gestur Mesra Sarwendah dan Gio saat Live Tuai Kritikan, Disebut Tak Sopan
Berita Terkini
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Pilot Air Canada Ini...
Pilot Air Canada Ini Dituduh Terbang selama 17 Tahun Tanpa Lisensi yang Sah
Imigran Sudan Tikam...
Imigran Sudan Tikam Warga Lokal, Kerusuhan Pecah di Irlandia Utara
4 Fakta Serangan Iran...
4 Fakta Serangan Iran ke Pangkalan Militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania
Israel Serang Kota di...
Israel Serang Kota di Lebanon yang Namanya Disebut dalam Alkitab
Rudal Iran Serang Hanggar...
Rudal Iran Serang Hanggar F-35 di Pangkalan Udara AS di Yordania, Kuwait dan Bahrain Waspada
Infografis
5 Titik Rawan Perang...
5 Titik Rawan Perang Dunia III pada Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved