PM Estonia: Ancaman Nuklir Putin Hanya Kata-kata, Dia Takut Perang dengan NATO!

Selasa, 19 Maret 2024 - 07:45 WIB
loading...
PM Estonia: Ancaman...
PM Estonia Kaja Kallas sebut Presiden Rusia Vladimir Putin sebenarnya takut berperang dengan NATO. Dia bilang ancaman serangan nuklir oleh Putin hanya kata-kata. Foto/REUTERS
A A A
TALLINN - Perdana Menteri (PM) Estonia Kaja Kallas mengeklaim bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin sebenarnya takut berperang dengan NATO. Dia pun meremehkan ancaman serangan nuklir yang berulang kali dilontarkan pemimpin Kremlin tersebut.

Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) ingin menghindari perang langsung dengan Moskow, yang merupakan negara bersejata nuklir terbesar di dunia, namun telah menawarkan dukungan penting kepada Ukraina sejak invasi Rusia dua tahun lalu.

Rusia telah berulang kali menyatakan bahwa jika NATO mengambil tindakan terlalu jauh—atau melakukan intervensi langsung terhadap perang tersebut—maka Moskow tidak akan ragu untuk menekan tombol serangan nuklir.

Baca Juga: Menang Pilpres Rusia, Putin Warning NATO: Selangkah Lagi Perang Dunia III!

"Tentu saja, kita harus menanggapi segala sesuatunya dengan serius, apa yang dia katakan," kata PM Kallas kepada BBC.

“Dia sudah lama mengancam akan melakukan perang nuklir, tapi itu hanya sekedar kata-kata," ujarnya.

“Dia sangat pandai dalam menabur ketakutan dalam masyarakat kami, benar-benar mendengarkan apa yang kami takuti, dan memberikan ketakutan yang kami miliki.”

Dia mengatakan Putin memahami bahwa orang-orang takut terhadap perang nuklir sehingga melakukan hal tersebut untuk mengejutkan publik.

“Ini adalah jebakan, jebakan untuk mencegah diri sendiri,” kata politisi Estonia tersebut.

“Karena jika kami takut, maka kami mulai melakukan pencegahan—dan inilah yang diinginkan Putin," paparnya.

“Kami juga harus memikirkan apa yang ditakuti Putin—dan dia sebenarnya takut berperang dengan NATO, jadi dia tidak menginginkan hal itu," imbuh dia, yang dilansir Selasa (19/3/2024).

“Dan kami tentu juga tidak menginginkan hal itu."

"Tetapi yang terpenting adalah memahami pesan-pesan yang disampaikannya, sehingga kami akan takut dan menahan diri dari keputusan-keputusan yang akan kami ambil," imbuh dia.

Pekan lalu, Putin mengatakan kepada negara-negara Barat bahwa Rusia secara teknis siap menghadapi perang nuklir—dan jika Amerika Serikat mengirimkan pasukan ke Ukraina, hal ini akan dianggap sebagai eskalasi konflik yang serius.

Namun, Gedung Putih pernah mengatakan tidak ada bukti Rusia ingin menggunakan senjata nuklir dalam waktu dekat.

Kepala pengawas nuklir PBB Rafael Grossi menyatakan belum ada kondisi yang memungkinkan terjadinya perang nuklir di Ukraina.

Pejabat senior kepresidenan Ukraina, Mykhailo Podolyak, juga meremehkan ancaman presiden Rusia tersebut, dan mengatakan kepada Reuters: “Menyadari bahwa segala sesuatunya tidak berjalan sesuai rencana, Putin terus menggunakan retorika nuklir klasik."

“Dengan harapan lama Soviet—‘takut dan mundur!’,” paparnya.

Putin baru saja terpilih kembali untuk masa jabatan kelimanya sebagai presiden Rusia setelah menekan semua oposisi yang ada, yang berarti dia secara hukum dapat tetap menjabat hingga setidaknya tahun 2036.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Sengaja Targetkan Anak-Anak...
Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina, Penyelidik PBB Nyatakan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Pakistan: Ada Pihak...
Pakistan: Ada Pihak Tak Ingin Iran Bangkit dari Puing-Puing Kehancuran
Rekomendasi
Daftar Lengkap 32 Tim...
Daftar Lengkap 32 Tim Lolos ke Fase Gugur Piala Dunia 2026
JAECOO Catat 20.000...
JAECOO Catat 20.000 Pengiriman J5 EV di Indonesia, Ini Target Selanjutnya
Mahasiswa Doktoral UNJ...
Mahasiswa Doktoral UNJ Perkuat Literasi Keuangan bagi Calon Guru Malaysia di UTHM
Berita Terkini
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Infografis
Takut Perang Nuklir,...
Takut Perang Nuklir, Swedia Serukan Warganya Timbun Makanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved